Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS dugaan kekerasan oleh anggota Brimob terhadap wartawan terus diusut. Tiga anggota Brimob disebut diperiksa atas insiden itu.
"Saya dapat informasi dari Kapolres ada tiga ya. Kalau Propam saya belum dapat info," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Senin (19/6).
Namun ia mengaku telah memerintahkan Divisi Profesi dan Pengamanan (Div Propam) untuk menyelidikinya. "Saya sudah minta Propam menindaklanjutinya ya," kata Iriawan.
Iriawan memastikan, anggota bakal kena sanksi kalau memang terbukti ada tindakan pelanggaran. Sanksi tegas, sebut dia, bakal diterapkan.
Ia mencontohkan, kasus peluru yang menyasar ke rumah anggota DPR Jazuli Juwaini. Peluru melesat oleh Brimob yang mengaku tidak sengaja, lalu stres akibat insiden itu.
"Karena memang salah sanksi kami tegas, kelalaian pun saya beri sanksi, apalagi itu (kalau benar) sengaja," ungkap Mantan Kadiv Propam Mabes Polri itu.
Iriawan berharap kasus yang terjadi tidak lantas menjustifikasi keseluruhan anggota dalam institusi Brimob. Iriawan meyakini insiden itu terjadi lantaran ulah oknum saja.
Menurut Iriawan, pihaknya terus berbenah di seluruh divisi dengan menerapkan sikap lebih humanis. Termasuk, dalam tubuh Brimob. "Itu sudah kami lakukan," cetusnya.
Sebelumnya, wartawan LKBN Antara Ricky Prayoga diduga mengalami kekerasan oleh oknum anggota Brimob saat meliput Indonesia Open 2017 di Jakarta Convention Centre (JCC), Minggu (18/6). (MTVN/X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved