Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Banjir Susulan Batu Busuak, Gubernur Sumbar Minta Warga Kembali Mengungsi

Yose Hendra
26/12/2025 20:06
Banjir Susulan Batu Busuak, Gubernur Sumbar Minta Warga Kembali Mengungsi
Kawasan Batu Busuak, Kota Padang Sumatra, setelah dilanda banjir susulan, Kamis (25/12/2025).(MI/ Yose Hendra)

DALAM jangka waktu sebulan, kawasan Batu Busuak, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatra Barat (Barat) kembali dilanda banjir, Kamis (25/12). Akses jalan yang baru sepekan diperbaiki pun kembali rusak.

 

Banjir kawasan Batu Busuak terjadi akibat luapan Sungai Batang Kuranji seiring kembali meningkatnya curah hujan di Kota Padang dalam dua hari terakhir. Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah meninjau langsung lokasi banjir susulan itu.

 

“Daerah ini belum sepenuhnya pulih, namun kembali diterpa banjir susulan. Bahkan akses jalan yang baru selesai diperbaiki sekitar sepekan lalu kembali rusak, sehingga menyulitkan mobilitas masyarakat,” ujar Mahyeldi.

 

Mengingat intensitas hujan masih tinggi dan pengerukan sungai belum dapat dilakukan secara optimal setelah banjir Sumatra bulan lalu, Mahyeldi mengimbau warga untuk sementara waktu kembali mengungsi ke tempat yang lebih aman guna meminimalkan risiko.

 

“Mengingat curah hujan masih tinggi dan pengerukan sungai belum bisa kita lakukan secara maksimal, maka kami minta masyarakat untuk kembali mengungsi ke tempat yang lebih aman. Insyaallah, segala sesuatunya akan disiapkan,” katanya.

 

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, banjir susulan tidak hanya terjadi di Batu Busuak. Pemprov Sumbar menerima laporan bahwa kejadian serupa terjadi di kawasan Parak Villa, Jorong Pasa Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.

 

Saat ini, petugas gabungan bersama pemerintah daerah terus melakukan pemantauan dan penanganan darurat di lokasi terdampak, termasuk menyalurkan bantuan bagi warga terdampak.

 

“Masyarakat kita minta tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan, karena cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Sumbar,” pungkas Mahyeldi. (M-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bintang Krisanti
Berita Lainnya