SAN Jose, sebuah kapal layar milik Spanyol tengah melintas di dekat Islas del Rosario, tidak jauh dari Pantai Karibia, Kolombia, ketika diserang angkatan laut Inggris.
Terus-menerus dibombardir meriam, kapal Spanyol yang membawa emas, perak, dan batu-batu berharga lainnya itu akhirnya karam.
Insiden tersebut terjadi pada 1708.
Selama tiga dekade, kapal itu menjadi legenda.
Muatan yang diperkirakan bernilai US$2 miliar, atau sekitar Rp27 triliun itu berada di dalam kapal.
Harta karun yang tersimpan di kapal San Jose itu pun menjadi buruan para pemburu harta karun dari seluruh dunia.
Tiga ratus tahun berlalu. Legenda kapal harta karun itu pun ternyata bukan hanya omong kosong belaka.
Pemerintah Kolombia, Sabtu (5/12) waktu setempat, mengumumkan pihaknya telah menemukan kapal karam yang sarat harta yang berharga tersebut.
"Ini adalah harta paling berharga yang pernah ditemukan dalam sejarah manusia," ujar Presiden Kolombia Juan Manuel Santos.
Penemuan kapal itu, lanjut Santos, menjadi sebuah titik yang menandai pencapaian bersejarah dalam warisan budaya bawah laut Kolombia.
Kapal itu ditemukan di dekat Cartagena, sebuah kota pelabuhan Kolombia.
Tim dari Kolombia, bersama peneliti lainnya yang bergabung dalam proyek harta karun itu, mengatakan pihaknya telah menemukan lokasi San Jose sejak 27 November silam.
"Itu adalah tempat baru. Kami menemukannya di lokasi yang tidak pernah dirujuk para pemburu sebelumnya," ujar Pemimpin Colombian Institute of Anthropology and History, Ernesto Montenegro.
Ernesto mengatakan timnya mempelajari angin dan arus di Karibia 3.017 tahun lalu, tepat saat San Jose tenggelam.
"Kami juga menyelidiki arsip kolonial di Spanyol dan Kolombia,"
Kendati demikian, permasalahan tidak berhenti begitu saja.
Pasalnya, perburuan kapal San Jose telah menjadi pertarungan legal antara pemerintah Kolombia dan sebuah perusahaan pemburu harta karun AS, Sea Search Armada (SSA).