Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

Ketegangan Meningkat, Houthi Bahas Rencana Blokade Jalur Minyak Bersama Iran

Irvan Sihombing
31/3/2026 14:35
Ketegangan Meningkat, Houthi Bahas Rencana Blokade Jalur Minyak Bersama Iran
Kelompok Houthi Yaman.(Antara/Xinhua)

PEMERINTAH Houthi mengungkapkan sedang membahas rencana aksi bersama Iran untuk menutup akses Selat Bab al-Mandeb bagi negara-negara yang dianggap musuh. Langkah strategis di jalur perdagangan global ini diambil menyusul eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Poros Perlawanan.

Deputi Menteri Informasi Houthi, Mohammed Mansour, memperingatkan dampak fatal jika pihaknya memblokir Selat Bab al-Mandeb di lepas pantai Yaman. Blokade jalur sempit strategis tersebut diklaim akan menghentikan distribusi minyak global dan melumpuhkan perekonomian negara-negara Barat.

“Ini masih harus diputuskan. Kami masih membahas rencana aksi bersama dengan saudara-saudara Iran kami. Hal terpenting adalah memperjelas kepada musuh-musuh kami bahwa kami tidak akan pernah menyerah,” ujar Mansour kepada portal berita Italia, InsideOver, Senin (30/3).

Mansour menambahkan bahwa Eropa perlu memahami bahwa jika mereka terus menentang Poros Perlawanan, pihak Houthi dapat menaikkan harga minyak hingga 200 dolar AS per barel, yang berpotensi mencekik perekonomian Eropa.

Selat Bab al-Mandeb menjadi jalur penting bagi perdagangan dan distribusi minyak global. Ketegangan terkait Iran menjadikan wilayah tersebut rentan terganggu oleh kelompok sekutu Iran, termasuk Houthi, sehingga ancaman terhadap jalur perdagangan minyak meningkat.

Konflik regional ini diperparah oleh serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap target di Iran pada akhir Februari lalu, yang menimbulkan kerusakan dan korban sipil. Iran membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika di Timur Tengah, yang kemudian menimbulkan blokade de facto terhadap Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.

Blokade dan ketegangan ini berdampak langsung pada ekspor serta produksi minyak di kawasan, sehingga harga bahan bakar melonjak di berbagai negara. (Sputnik/RIA Novosti/Ant/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya