Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Terekam Suara Aneh di Kokpit

(AFP/Aya/I-3)
05/11/2015 00:00
Terekam Suara Aneh di Kokpit
(AFP PHOTO / HO / SELIMAN AL-OTEIFI / EGYPTIAN PRIME MINISTER'S OFFICE)
TIM investigasi pesawat Airbus A321 Metrojet mengatakan ada suara aneh dari rekaman kotak hitam milik maskapai penerbangan Rusia itu. Suara aneh berasal dari ruang kokpit sesaat sebelum pesawat meledak. Dalam rekaman kotak hitam itu tidak terdengar suara panggilan darurat yang diterima. Dengan hasil sementara tersebut, para ahli menduga pesawat Metrojet hancur secara tiba-tiba. "Sebelum pesawat menghilang dari layar radar, suara tersebut terekam dan bukan sesuatu yang normal terjadi dalam penerbangan," kata seorang sumber tim keamanan di Kairo, Mesir, seperti dikutip dalam Interfax.

Tim investigasi yang dipimpin pakar dari Mesir yang dibantu ahli dari Rusia, tim Airbus, serta pakar Irlandia telah mengunjungi tempat kejadian pada Selasa (3/11) untuk mencari tahu penyebab kecelakaan. Seorang pejabat penerbangan sipil Mesir mengatakan, saat itu tim investigasi memfokuskan pada analisis rekaman dua kotak hitam. Satu kotak hitam berisi rekaman percakapan dan kotak lainnya berisi data penerbangan.

Sebelumnya pada Selasa (2/11), tim intelijen Amerika Serikat (AS) meyakini ledakan berasal dari dalam pesawat yang diduga berasal dari tangki bahan bakar atau bom. Analisis itu menggugurkan dugaan bahwa pesawat tersebut jatuh akibat serangan rudal yang ditembakkan kelompok militan yang berafiliasi dengan Islamic State (IS).

Beberapa jam setelah pesawat jatuh di Semenanjung Sinai, Mesir, kelompok IS mengklaim bertanggung jawab atas insiden itu. Namun, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menyebut klaim serangan roket yang dilakukan IS sebagai omong kosong. Satelit militer AS menangkap kilatan merah di Semenanjung Sinai saat insiden terjadi, Selasa (3/11). Cahaya merah itu bisa muncul karena mesin yang malafungsi sehingga memunculkan api akibat masalah struktural pada pesawat.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya