PESAWAT Airbus A321 nomor penerbangan 9268 yang jatuh di Mesir pada Sabtu (31/10) lalu dinyatakan hancur saat berada di udara dan disebabkan faktor-faktor eksternal, bukan faktor kegagalan teknis.
"Kami mengesampingkan masalah teknis dan kesalahan manusia. Tidak ada kesalahan teknis yang dapat menyebabkan pesawat hancur saat berada di udara. Satu-satunya penyebab ialah faktor eksternal," jelas Alexander Smirnov, pejabat maskapai penerbangan Kogalymavia dalam konferensi pers, kemarin, di Rusia.
Tim penyelidik dari beberapa negara telah bergabung dengan tim pimpinan Mesir untuk menyelidiki faktor penyebab jatuhnya pesawat Kogalymavia yang menewaskan 224 penumpangnya. Meski penyebab jatuhnya pesawat dinyatakan faktor eksternal, Kairo dan Moskow masih sama-sama menampik klaim kelompok Islamic State (IS) cabang Mesir yang menyatakan diri sebagai penembak jatuh pesawat yang beroperasi di bawah nama Metrojet itu.
Tim juga menyatakan telah menemukan kotak hitam perekam penerbangan dan menjadwalkan hasil penyelidikan kotak perekam itu akan siap dalam beberapa hari.
Sehari setelah pesawat jatuh, Kepala Lembaga Transportasi Udara Rusia, Alexander Neradko, melontarkan dugaan pesawat tersebut hancur saat berada di ketinggian. "Semua tanda-tanda membuktikan bahwa struktur pesawat hancur di udara pada ketinggian," demikian dilaporkan televisi pemerintah Rusia dengan mengutip Neradko.
Jurgen Whyte, Inspektur Kepala Unit Investigasi Kecelakaan Udara (AAIU) Irlandia mengatakan, "Tidak ada yang bisa dikatakan hingga kita memiliki akses ke perekam (kotak hitam)."
Pada Minggu (1/11), AAIU juga menyatakan sudah memberikan status layak terbang untuk jet tipe A321 itu pada awal tahun ini setelah menjalani pengujian berkala tahunan yang dilakukan di Irlandia, tempat pesawat itu terdaftar.
Identifikasi jenazah Sebanyak 144 korban yang tewas dalam kecelakaan pesawat tersebut, kemarin, telah mendarat di Saint Petersburg, Rusia. Menurut Kementerian Urusan Darurat Rusia, jasad-jasad itu dibawa dalam iring-iringan menuju krematorium untuk proses identifikasi yang dimulai kemarin. Anggota keluarga penumpang juga telah memberikan sampel DNA di pusat krisis yang dibangun di dekat bandara.
Pada Minggu (1/11), bendera dikibarkan setengah tiang di seluruh penjuru Rusia menandai hari berkabung nasional. Ribuan orang berkumpul di Alun-alun Petersburg untuk mengheningkan cipta selama satu menit, serta melepaskan merpati dan balon.
Pada hari kejadian, jet itu sedang dalam perjalanan dari Sharm el-Sheikh, Mesir, menuju Saint Petersburg, Rusia, ketika terhempas ke daratan Wadi al-Zolomat. Di lokasi itu, para tentara masih menjaga tas-tas dan koper milik penumpang pesawat. Petugas evakuasi menyatakan, hingga kemarin telah mengevakuasi 168 jenazah, termasuk seorang perempuan yang ditemukan dalam radius 8 kilometer dari titik reruntuhan utama. (AFP/CNN/I-1)