Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Superhero yang sejak Lama Berpolitik

(BBC/Comicsalliance/Marvel/I-2)
03/11/2015 00:00
Superhero yang sejak Lama Berpolitik
(AP)
DICIPTAKAN Joe Simon dan Jack Kirby, Captain America menjadi salah satu superhero asal Amerika Serikat (AS) yang hingga saat ini masih terus berdiri melawan kejahatan di seluruh dunia. Captain America pertama kali muncul di Captain America Comics #1 yang terbit pada Maret 1941 dengan Steven 'Steve' Rogers sebagai alter ego. Rogers merupakan anak dari Sarah dan Joseph Rogers, yang merupakan imigran asal Irlandia yang menetap di AS. Dalam kondisi dunia yang dipenuhi peperangan, Rogers mencoba untuk mengabdi kepada negara dengan mencoba bergabung sebagai tentara Amerika Serikat.

Tidak semudah yang dibayangkan, Rogers ditolak bergabung karena kondisi tubuh dan kesehatan yang tidak memenuhi prosedur. Namun, hal tersebut tidak menghentikan pria kelahiran 4 Juli 1920 itu untuk berjuang. Semangat dan tekadnya yang kuat memancing perhatian General Chester Phillips, petinggi tentara AS yang bekerja sama dengan para peneliti untuk menciptakan manusia super. Lantas, Philips membawa Rogers kepada Doctor Abraham Erskine, yang menciptakan serum Super Soldier.

Mendengar pemaparan Doctor Erskine, Rogers bersedia menjadi percobaan dalam tes yang disebut 'Operation: Rebirth'. Setelah menjalani tes, Rogers pun menjadi manusia super dengan kekuatan, kecepatan, fleksibilitas, dan daya tahan yang luar biasa. Sayangnya, apa yang didapat Rogers harus dibayar mahal dengan tewasnya Doctor Erskine di tangan mata-mata Nazi. Pemerintah AS pun menjadikan Rogers sebagai simbol kekuatan dan memberikannya sebuah kostum yang terinspirasi dari bendera 'Negeri Paman Sam' itu. Sejak saat itu, Steve Rogers ialah Captain America. Beberapa karakter lain juga pernah menyandang status sebagai Captain America.  Dua di antara mereka ialah James Buchanan 'Bucky' Barnes atau yang dikenal sebagai The Winter Soldier dan Samuel 'Sam' Thomas Wilson atau Falcon.

Politis
Penciptaan karakter Captain America ialah sebuah respons dari mencuatnya popularitas superhero bertema patriotik pada masa itu. Tentu saja, unsur politik sudah ada sejak pertama kali Captain America diciptakan. Apa yang Nick Spencer lakukan saat ini dengan membawa unsur politik ke dalam komik bukanlah hal baru. Jauh sebelum Sam Wilson mengambil alih tameng Captain America dan dianggap memukuli kaum konservatif, Steve Rogers telah lebih dulu memukul wajah Pemimpin Nazi Adolf Hitler.

Tentu saja, itu merupakan hal yang sangat politik. Pencipta Captain America Joe Simon, seperti dilansir Comic Book Nation, mengatakan dirinya bersama Jack Kirby memang menciptakan Captain America untuk menyentil kebijakan politik sebagai salah satu tujuan mereka. "Kami merasa senang dengan memberikan pernyataan-pernyataan politik. Itu memang niat kami, mengambil sikap melawan fasisme," ujar Simon. Pada masa penciptaan Captain America di akhir 1940, AS belum terlibat Perang Dunia II. Dan, banyak warga AS menginginkan negara mereka bergabung dengan Nazi.

Bahkan, sekitar 20 ribu orang yang merupakan pro-Nazi berkumpul di Madison Square untuk menyuarakan hal tersebut. Akan tetapi, Kirby dan Simon bukanlah di antara 20 ribu orang tersebut. Mereka memiliki pertemuan tersendiri dan memutuskan untuk menunjukkan bahwa orang-orang itu telah berdiri menentang Captain America. Tidak hanya Hitler, Captain America pun pernah menyerang Presiden ke-37 AS Richard Nixon. Kala itu, 'Negeri Paman Sam' tengah dilanda skandal Watergate. Watergate ialah istilah umum untuk menggambarkan rangkaian skandal politik yang kompleks antara 1972 dan 1974.

Nama itu juga merupakan nama sebuah kompleks yang terdiri dari berbagai kantor, hotel, dan apartemen di Washington DC. Di kompleks itulah pada 17 Juni 1972 lima laki-laki ditangkap ketika sedang memasang alat penyadap di perkantoran Komite Nasional Partai Demokrat. Setelah diselidiki, insiden itu ternyata dilakukan sejumlah anggota kelompok pendukung Nixon, Komite untuk Pemilihan Kembali Presiden. Skandal itu berakhir dengan mundurnya Nixon dari jabatan presiden pada 1974 dan menjadikan dirinya yang pertama dan satu-satu presiden AS yang mengundurkan diri. Bersamaan dengan peristiwa Watergate, penulis komik Captain America saat itu, Steve Englehart, menyalurkan rasa ketidakpuasan dan kekesalan masyarakat melalui komiknya. Ia menjadikan Nixon sebagai karakter jahat yang memimpin organisasi jahat Secret Empire.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya