Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

AS Meminta Korut tidak Memprovokasi

(AFP/Aya/I-3)
02/11/2015 00:00
AS Meminta Korut tidak Memprovokasi
(AFP PHOTO / POOL)
DALAM kunjungannya ke zona demiliterisasi (DMZ), kemarin, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Ashton Carter meminta Korea Utara (Korut) menghindari provokasi dan menjauh dari program nuklirnya. Dalam lawatan singkatnya, Carter bersama Menhan Korea Selatan (Korsel) Han Min-koo berdiri di atas bukit yang dikenal sebagai pos pengamatan Ouellette. Pos tersebut adalah pos paling dekat dengan garis demarkasi antarkedua Korea. Di sana, Carter kemudian mengatakan bahwa AS tetap berkomitmen untuk melakukan proses perundingan enam pihak demi mencapai denuklirisasi di Semenanjung Korea.

"Itu masih menjadi kebijakan kami," kata Carter kepada wartawan. Ia menambahkan, "Kami tetap berkomitmen untuk mencapai hasil yang dinegosiasikan dengan Korea Utara dan percaya bahwa mereka harus berada di jalur untuk melakukan sedikit (aktivitas nuklir) hingga akhirnya nol di bidang nuklir dan tidak akan melakukan lebih," paparnya. Carter menghabiskan sekitar 10 menit untuk mengintip dan melihat dari dekat melalui pagar dan daerah berhutan yang mengarah ke wilayah Korut. Sementara itu, pasukan tentara Korsel terus bersiaga sembari menatap tajam ke arah daerah perbatasan Korut.

Sebelumnya, Korut telah melakukan tiga tes nuklir dan berencana untuk melaksanakan tes nuklir yang keempat. Dengan tindakan itu Korut dinilai tidak mengindahkan perundingan enam negara antara Korsel, Tiongkok, Rusia, AS, dan Jepang pada April 2009. Kunjungan Carter ke zona demiliterisasi merupakan pemberhentian internasional pertamanya dalam delapan hari perjalanan ke kawasan Asia Pasifik.

Ia akan bertemu dengan para pemimpin dari beberapa negara di Asia Timur dan Selatan. Secara resmi, misi kunjungan Carter ialah mendorong fase berikutnya dari kebijakan luar negeri AS yang menyeimbangkan kembali kekuatan di wilayah strategis. Sejumlah analis menilai Carter hendak membicarakan sengketa wilayah di Laut China Selatan yang melibatkan Tiongkok.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya