Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Rusia Tarik Airbus A321

Donny Andhika A.M
02/11/2015 00:00
Rusia Tarik Airbus A321
(AFP/ HO/SELIMAN AL-OTEIFI )
RUSIA mengandangkan seluruh pesawat Airbus A321 yang dioperasikan maskapai penerbangan Kogalymavia, setelah salah satu armada mereka jatuh di Semenanjung Sinai, Mesir, dan menewaskan 224 orang di dalamnya.

Pesawat penumpang Airbus A321, yang dioperasikan oleh maskapai Rusia di bawah merek Metrojet, sedang membawa wisatawan dari Sharm el-Sheikh menuju Kota St. Petersburg, Rusia, ketika jatuh Sabtu (31/10) kemarin.

Kantor berita Interfax mengatakan regulator transportasi Rusia, Rostransnadzor, memerintahkan Kogalymavia untuk berhenti menerbangkan pesawat A321 sampai penyebab kecelakaan pesawat bernomor 9268 diketahui.

Penyelidik kecelakaan transportasi dari Mesir dan Rusia akan mulai memeriksa dua kotak hitam, flight data recorder dan voice data recorder. Kedua kotak hitam ditemukan beberapa jam setelah pesawat jatuh di daerah pegunungan Sinai.

Sebuah kelompok militan di Mesir yang berafiliasi dengan kelompok Islamic State mengklaim bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat milik Kogalymavia.

Mereka mengaku dengan sengaja menjatuhkan pesawat Metrojet untuk merespons serangan udara Rusia yang menewaskan ratusan milisi IS di tanah Suriah. Namun, Menteri Transportasi Rusia Maxim Sokolov mengatakan bahwa klaim tersebut tidak bisa dianggap akurat.

Tiga operator penerbangan Uni Emirat Arab, yakni Emirates, Air Arabia, dan Fly Dubai sejak kemarin menghindari terbang di atas Semenanjung Sinai. Dua operator penerbangan komersial terbesar di Eropa, Lufthansa dan Air France-KLM, juga mengambil langkah serupa.

Perdana Menteri Mesir Sherif Ismail dalam konferensi pers mengatakan tidak ada aktivitas janggal di balik jatuhnya pesawat. Akan tetapi, ia menambahkan bahwa fakta-fakta penyebab kecelakaan baru akan jelas setelah penyelidikan dilakukan.

Menteri Sokolov dan tim penyelidik kecelakaan dari Rusia tiba di tempat kejadian kemarin pagi. Mereka akan mulai memeriksa isi kotak hitam di Direktorat Pelayanan Penerbangan Sipil, Kementerian Transportasi Mesir di ibu kota Kairo.

Hingga kemarin (Minggu, 1/11/2015), setidaknya 163 mayat sudah dievakuasi dan diangkut ke berbagai rumah sakit dan kamar mayat di Kairo. Sebanyak 120 mayat diautopsi dan sedang dipersiapkan untuk diterbangkan ke Rusia.

Setidaknya ada 214 warga negara Rusia, 3 warga Ukraina, dan 1 warga Belarus yang ada dalam penerbangan Metrojet. Hampir seluruh penumpang akan kembali ke kampung halaman mereka setelah menghabiskan liburan di Laut Merah, Mesir. Kemarin, Presiden Vladimir Putin telah mengumumkan hari berkabung nasional di seluruh Rusia. (RTE/Tass/Fox/X-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya