Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Perjalanan Harapan ke Kampung Halaman

AP/Andhika Prasetyo/I-3
02/11/2015 00:00
Perjalanan Harapan ke Kampung Halaman
(AP/JOHN MINCHILLO)
BADAK sumatra terakhir yang berada di belahan bumi bagian barat pada Jumat (30/10) memulai perjalanannya dari Ohio, Amerika Serikat (AS), menuju tempat tinggal aslinya, Taman Nasional Way Kambas, Indonesia. Perjalanan itu sebagai bagian dari misi pelestarian spesies yang terancam punah.

Badak sumatra yang berusia delapan tahun itu bernama Harapan. Badak itu akan melalui perjalanan darat, laut, dan udara lebih dari 16 ribu kilometer sebelum akhirnya mencapai cagar alam di kampung halamannya.

Mengingat perjalanan yang dilalui sangat panjang, Harapan tidak melintasi separuh bumi sendiri. Badak jantan itu dikawal seorang penjaga kawakan dari Kebun Binatang Cincinati, AS, Paul Reinhart, dan seorang dokter hewan, Jenny Nollman.

Pejabat Kebun Binatang Cincinnati mengatakan badak seberat 817 kilogram itu juga telah melalui serangkaian tes medis demi melancarkan perjalanan bersejarahnya. Enam kotak besar berisi daun fikus, apel, pisang, dan pir juga telah disiapkan untuk menemani perjalanan Harapan.

Bagi Reinhart dan Nollman,  ini bukanlah pertama kalinya  berinteraksi secara langsung dengan keluarga Harapan. Sebelumnya, mereka pernah menemani kakak Harapan, Andalas, saat menunggui salah satu pasangannya melahirkan. Sekarang, Andalas baru memiliki satu keturunan dari tiga badak betina yang menjadi pasangannya.

Bagi Indonesia, kepulangan Harapan adalah suatu hal yang sangat menggembirakan. Pihak Indonesia mengatakan tidak ingin bergantung kepada negara-negara lain dalam upaya konservasi dengan mengirimkan badak untuk dibesarkan di luar negeri.

Kendati demikian, Indonesia menyambut baik bantuan teknologi atau ilmiah yang dilakukan dunia internasional dalam rangka memaksimalkan program pengembangbiakan badak seperti yang dilakukan di Kebun Binatang Cincinnati.

Salah satu petugas Kebun Binatang Cincinnati, Jim Young, 55, menjadi saksi dari lahirnya tiga badak di wilayah penangkaran tersebut. Ia juga berada di sana untuk menyampaikan salam perpisahan saat Harapan pergi. "Mereka adalah makhluk yang luar biasa. Apalagi Harapan," ujar Young.

Perpisahan dengan Harapan tentu saja bukan hal yang diinginkan Young. "Kami akan merindukannya. Tetapi saya bahagia. Dia bisa pulang ke Sumatra dan menyelamatkan populasi," ucap Young.

Kristine Strange, seorang pengunjung yang sempat melihat saat-saat terakhir Harapan di Cincinnati, mengatakan harus ada langkah tegas untuk menghentikan perburuan ilegal terhadap badak dan hewan yang terancam punah lainnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya