Pesawat Rusia Kogalymavia Jatuh di Semenanjung Sinai
AFP/Pra/I-2
01/11/2015 00:00
()
SEBUAH pesawat penumpang milik maskapai penerbangan Rusia Kogalymavia dengan nomor penerbangan 7K9268, kemarin, jatuh di pegunungan Semenanjung Sinai, Mesir. Pesawat nahas tersebut tengah membawa 224 orang yang terdiri dari 217 penumpang dan 7 awak pesawat.
Diyakini sebagian besar penumpang ialah warga Rusia yang baru saja melakukan perjalanan wisata ke Mesir. "Pesawat militer menemukan badan pesawat di daerah pegunungan, 100 kilometer dari Pusat Kota Sinai," ujar Kabinet Rusia dalam sebuah pernyataan.
Sebanyak 45 ambulans, lanjut pernyataan tersebut, telah dikerahkan ke lokasi jatuhnya pesawat. Hingga berita ini diturunkan, jumlah korban belum bisa dipastikan. Namun, sebanyak 100 jenazah termasuk 5 anak-anak telah dievakuasi.
"Begitu banyak jenazah. Mereka tergeletak di tanah, sebagian masih terkunci sabuk pengaman," ujar petugas keamanan yang membantu proses evakuasi. "Kami telah mengeluarkan 100 jenazah.
"Petugas keamanan yang tidak disebutkan namanya itu menggambarkan pesawat terbelah menjadi dua bagian. "Bagian ekornya terbakar, sedangkan bagian kepala hancur.
"Seorang pejabat penerbangan senior Mesir mengatakan, ketika kehilangan kontak, pesawat sedang terbang di ketinggian 9.000 meter.
"Kapten pesawat itu sempat menghubungi pusat pengendali lalu lintas udara (ATC) untuk meminta perubahan rute karena terjadi kesalahan teknis tidak lama setelah lepas landas," ujar pejabat itu.
Otoritas Mesir juga menyebut pihaknya sudah menemukan kotak hitam dari pesawat itu.
Otoritas penerbangan Rusia Rosaviatsiya mengeluarkan pernyataan bahwa penerbangan 7K9268 terbang meninggalkan Sharm el-Sheikh, Mesir, pukul 03.51 GMT (10.51 WIB) dan dijadwalkan akan tiba di Bandara Pulkovo, St Petersburg, Rusia, pukul 12.10 waktu setempat (16.10 WIB).
Pihak berwenang menambahkan bahwa pesawat itu gagal memenuhi jadwal untuk menghubungi ATC di Siprus 23 menit sesudah lepas landas, lalu menghilang dari radar.
Tidak mau kecolongan, Komite Investigasi Rusia langsung meluncurkan penyelidikan terhadap Kogalymavia.
"Penyelidikan itu akan fokus pada kemungkinan adanya pelanggaran penerbangan dan persiapan," ujar juru bicara komite.
Penyelidikan tersebut dilayangkan mengingat tragedi yang melibatkan Kogalymavia kali ini merupakan yang kedua dalam empat tahun terakhir.
Saat menanggapi insiden memilukan tersebut, Presiden Rusia Vladimir Putin mengaku sangat terpukul. Melalui Kremlin, ia menyampaikan belasungkawa dan mengatakan akan memberi bantuan kepada keluarga korban. Pria 63 tahun itu juga menetapkan 1 November sebagai hari berkabung nasional.