Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana seperti dikutip dalam situs resmi Sekretariat Kabinet, setkab.go.id, menyebutkan bahwa Presiden Joko Widodo berkantor di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan, selama beberapa hari ke depan.
Hal itu dipuji banyak kalangan, salah satunya Wakil Ketua DPR RI, Agus Hermanto. Menurut Agus, kehadiran Presiden memang sangat diperlukan di wilayah yang terdampak asap akibat pembakaran hutan untuk dapat memberikan arahan dan kebijakan khusus.
"Itu bagus sekali karena memang di tempat itu termasuk juga di Kalimantan, Papua, dan lain sebagainya kehadiran Presiden sangat diperlukan," ujar Agus di Gedung DPR RI, Jakarta, kemarin.
Tujuan Presiden berkantor di Kantor Bupati OKI, selain mengerjakan tugas-tugas kenegaraan, juga memastikan penanganan pemadaman kebakaran hutan dan lahan efektif dan penanganan warga yang terdampak kabut asap, terutama pelayanan tanggap darurat di bidang kesehatan, pendidikan, dan bantuan sosial berjalan baik.
Setibanya dari lawatan singkat ke Amerika Serikat, Presiden langsung memastikan kondisi masyarakat akibat dampak dari karhutla dengan mengunjungi Kota Kayu Agung, OKI, kemarin. Presiden didampingi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani dan sejumlah menteri Kabinet Kerja.
Presiden pun mengunjungi puskesmas di daerah Bukit Raya, RSUD Kota Kayu Agung, dan Kantor Pos Kayu Agung. ''Saya ingin memastikan, ada berita puskesmas, rumah sakit penuh karena pasien terdampak asap. Nyatanya tidak ada masalah. Saya lihat juga ada ruang khusus pasien korban asap, tapi kosong tidak ada pasien.
''Presiden juga memberikan santunan Rp15 juta per orang bagi keluarga empat balita yang meninggal akibat bencana asap di OKI. Menko PMK Puan Maharani mengatakan beragam bantuan sosial dan program telah disalurkan untuk menjamin kelangsungan hidup masyarakat yang terdampak bencana asap.
Di lain sisi, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, kemarin, menghentikan perpanjangan dan izin baru sekaligus mengevaluasi 49 pemegang hak guna usaha yang lahannya terbakar dan mengakibatkan bencana asap.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved