Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Wakil Dubes Irene Perkenalkan Diri ke Masyarakat di Beijing

Heryadi
22/12/2025 23:14
Wakil Dubes Irene Perkenalkan Diri ke Masyarakat di Beijing
Wakil Duta Besar RI untuk Tiongkok Irene memperkenalkan diri kepada masyarakat Indonesia di Beijing(Dok.Istimewa)

 

WAKIL Duta Besar RI untuk Tiongkok Irene memperkenalkan diri kepada masyarakat Indonesia di Beijing dan sekitarnya maupun ke sejumlah mitra kerja KBRI Beijing.

"Penunjukan saya di sini mencerminkan prioritas dan kepercayaan. Ini menggarisbawahi betapa pentingnya Tiongkok bagi Indonesia sekaligus mencerminkan komitmen bersama kita untuk bertindak, bekerja lebih keras serta memperkuat kerja sama antara kedua negara kita," kata Irene dalam acara Indonesia Updates di Beijing, Jumat (19/12) malam.

Acara Indonesia Updates adalah momen KBRI Beijing untuk menyampaikan kinerja perwakilan selama periode 2025 kepada sekitar 100 warga Negara Indonesia (WNI) maupun para mitra di Tiongkok.

Irene sendiri baru dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 8 Oktober 2025 berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 113/P Tahun 2025 tentang Penugasan Wakil Duta Besar RI.

Tiongkok, kata Irene, adalah tempat yang sangat personal bagi dirinya karena ia pernah tinggal dan belajar di Tiongkok. "Saat itu, saya tidak hanya memperoleh pendidikan akademis, tetapi juga pengalaman yang berharga mengenai orang-orang, budaya, dan semangat negara ini. Saya mempelajari arti sebenarnya dari persahabatan dalam kehidupan kita sehari-hari dan saat ini saya kembali dengan kapasitas dan tanggung jawab berbeda," ungkap Irene.

MITRA DAGANG TERBESAR
Secara ekonomi, Tiongkok, menurut Irene, menjadi mitra dagang terbesar Indonesia selama bertahun-tahun dan investor kunci dalam pembangunan Tanah Air.

"Kedua presiden kita menikmati hubungan yang erat dan terawat yang sering digambarkan sebagai persahabatan. Secara sosial dan budaya, rakyat kita telah terhubung selama berabad-abad, terikat dalam kepercayaan, pertukaran, dan kisah-kisah yang hangat," tambah Irene.

Untuk memulai tugasnya, Irene menyebut tiga elemen inti yang akan ia kerjakan. Pertama, mendukung kepercayaan politik tingkat tinggi dan dialog strategis antara kedua negara.

"Dialog akan selalu didasarkan pada rasa saling menghormati, kesetaraan, tanpa perbedaan. Dalam bahasa Mandarin, kita sering berbicara tentang kerja sama yang saling menguntungkan. Inilah semangat yang ingin saya sumbangkan, memastikan bahwa kerja sama kita adil, seimbang, dan berkelanjutan," ungkap Irene.

Kedua, mempromosikan kerja sama konkret yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam perdagangan dan investasi, pembangunan hijau dan inovasi digital, dalam kesehatan, pendidikan maupun pertukaran antarmasyarakat.

"Indonesia dan Tiongkok sama-sama merupakan anggota penting dari Global South. Jika kita bekerja sama dengan bijak, kita dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi stabilitas regional dan pembangunan global" tambah Irene.

Ketiga, melayani masyarakat Indonesia sehingga Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing tetap menjadi rumah yang ramah bagi semua warga negara Indonesia, pebisnis, pekerja, mahasiswa, peneliti dan keluarga.

"Kami akan terus melakukan yang terbaik untuk melindungi hak-hak masyarakat, mendukung kegiatan, merayakan prestasi bersama karena di mana prestasi dan kesuksesan terjadi di Tiongkok juga merupakan kesuksesan Indonesia," katanya.

CAPAIAN KERJA SAMA EKONOMI
Sementara itu, pada acara tersebut, Sekretaris I Fungsi Ekonomi KBRI Beijing Ari Handayani memaparkan mengenai capaian kerja sama ekonomi
Indonesia-Tiongkok. Dia menyebut nilai perdagangan bilateral kedua negara meningkat dari sekitar US$71,4 miliar pada 2020 menjadi US$147,79 miliar pada 2024.

"Tren positif ini berlanjut pada tahun 2025, di mana pada periode Januari-November 2025, nilai perdagangan bilateral telah melampaui
US$150 miliar. Hal ini menunjukkan ketahanan dan dinamika kerja sama ekonomi Indonesia-Tiongkok di tengah tantangan global," kata Ari dalam bahasa Mandarin.

Ekspor utama Indonesia ke Tiongkok meliputi energi dan mineral seperti batu bara, produk turunan minyak dan gas, baja, minyak sawit dan produk turunannya, kayu dan produk kayu, serta hasil perikanan dan kelautan. "Produk-produk ini memberikan dukungan penting bagi pembangunan industri, transisi energi, dan pasar konsumsi Tiongkok," ungkap Ari.

KERJA SAMA SEKTOR KEUANGAN
Selain itu, di sektor keuangan, Indonesia dan Tiongkok sejak 2020 telah mengimplementasikan kerja sama penggunaan mata uang lokal dan sejak Mei
2025, kedua pihak terus memperkuat komitmen penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan dan investasi.

"Seiring dengan meningkatnya skala perdagangan, struktur pembiayaan juga semakin terdiversifikasi. Kerja sama di bidang logistik, transportasi, dan investasi pasar terus diperkuat untuk menjamin kelancaran arus perdagangan," ungkap Ari.

Selanjutnya, Indonesia dan Tiongkok juga mencatat kemajuan baru dalam akses pasar produk pertanian. Pada November 2024, kedua negara menandatangani protokol teknis pengiriman kelapa segar dan pada April 2025 melakukan pengiriman tahap pertama sebesar 200 kg.

Kemudian pada Mei 2025, RI-Tiongkok menandatangani protokol pengiriman durian beku dan durian beku resmi dikirim pada 15 Desember 2025 sebanyak 48 ton dengan 8 perusahaan terdaftar untuk menyelesaikan proses ekspor tahap awal dan protokol pengiriman durian segar sedang menyelesaikan pembahasan tahapan teknis.

Ada juga protokol mengenai pakan ikan dan minyak ikan yang sudah ditandatangani pada November 2025 sedangkan pengiriman perdana sedang menunggu penilaian. Masih ada juga pembahasan soal penangkaran monyet.

Ke depan, Indonesia dan Tiongkok disebut memiliki potensi kerja sama yang luas di berbagai sektor, termasuk kesehatan, energi hijau dan kendaraan listrik, ekonomi digital, infrastruktur industri, serta ketahanan pangan.

KERJA SAMA PENDIDIKAN
Selanjutnya Atase Pendidikan KBRI Beijing Yudil Chatim memaparkan bahwa dalam kerja sama pendidikan Indonesia-Tiongkok, fokus utama meliputi integrasi kurikulum dan riset bersama.

"Kurikulum Indonesia saat ini tengah mengalami penyesuaian, sehingga kami berharap dapat belajar dari universitas dan institusi pendidikan Tiongkok yang memiliki kualitas kurikulum yang tinggi. Selain kerja sama antaruniversitas, kami juga mendorong keterlibatan dunia usaha agar institusi pendidikan Indonesia dapat memperkuat pengembangan keterampilan," kata Yudil.

Indonesia, ungkap Yudil, juga mengembangkan program magang dan penempatan kerja dengan menggandeng perusahaan-perusahaan Tiongkok yang berinvestasi di Indonesia.

Saat ini Indonesia memiliki sekitar 4.500 perguruan tinggi, 2.100 politeknik, dan 14.400 sekolah kejuruan yang siap menjadi mitra kerja sama. Fasilitas seperti ruang kelas dan laboratorium dapat dimanfaatkan oleh perusahaan dalam jangka panjang tanpa biaya tambahan.

"Selain itu, kami mendorong pengakuan sertifikasi keterampilan sebagai bukti kompetensi lulusan. Kerja sama antara universitas, dunia usaha, dan pemerintah menjadi kunci untuk menjembatani kebutuhan industri dan pendidikan," tambah Yudil.

PROGRAM UNGGULAN
Program unggulan yang sudah dikembangkan meliputi skema pendidikan inovatif seperti 1+1+1, 2+2, dan 3+1, yang memungkinkan mahasiswa memperoleh gelar ganda dan pengalaman lintas negara.

"Kami juga membangun aliansi pendidikan strategis di berbagai provinsi di Tiongkok, pusat bahasa dan inovasi, serta pusat keunggulan kerja
sama Asia-Tiongkok. Ke depan, kami mengupayakan perluasan beasiswa, pengembangan bursa kerja internasional, serta pembentukan pusat inovasi bersama bagi mahasiswa dan startup dari kedua negara guna mendukung pertumbuhan ekonomi," kata Yudil.

Dalam acara tersebut, KBRI Beijing juga memberikan penghargaan kepada para pihak yang dinilai ikut membantu menjaga hubungan Indonesia-Tiongkok  yaitu Bank Indonesia perwakilan Beijing, Indonesia Chamber of Commerce in China (Inacham), Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok (PPIT), Sanggar Pelangi Yingde dan platform komunitas konten video pendek Kuaishou. (Ant/E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya