Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Upaya Kudeta Digagalkan, Presiden Benin Pastikan Situasi Sepenuhnya Terkendali

Thalatie K Yani
08/12/2025 06:26
Upaya Kudeta Digagalkan, Presiden Benin Pastikan Situasi Sepenuhnya Terkendali
Upaya Kudeta di Benin(BTV)

PRESIDEN Benin Patrice Talon tampil di televisi nasional untuk menenangkan warga setelah upaya kudeta digagalkan pada Minggu. Dalam siaran langsung malam hari, Talon menegaskan situasi kini “sepenuhnya terkendali”.

“Saya ingin memuji rasa tanggung jawab yang ditunjukkan oleh angkatan bersenjata dan para pemimpinnya, yang tetap… setia kepada bangsa,” ujarnya dengan tenang.

Pemerintah Benin sebelumnya menyatakan berhasil menggagalkan aksi pemberontakan beberapa jam setelah sekelompok tentara mengumumkan pengambilalihan kekuasaan melalui televisi nasional. Tak lama kemudian, ledakan besar terdengar di Cotonou, kota terbesar sekaligus pusat pemerintahan Benin. Ledakan itu diperkirakan berasal dari serangan udara.

Data pelacakan penerbangan menunjukkan tiga pesawat dari Nigeria memasuki wilayah udara Benin sebelum kembali. Juru bicara Presiden Nigeria kemudian mengonfirmasi jet tempur negara itu dikerahkan untuk “mengambil alih wilayah udara dan membantu melumpuhkan para pelaku kudeta dari stasiun TV nasional serta kamp militer tempat mereka berkumpul”.

Upaya kudeta ini memicu kekhawatiran di kawasan yang sebelumnya telah mengalami serangkaian penggulingan pemerintahan. Benin, yang lama dianggap sebagai salah satu demokrasi stabil di Afrika Barat, menghadapi tekanan baru di tengah tuduhan Talon membungkam kritik terhadap kebijakannya.

Dalam pidatonya, Talon mengatakan pasukan loyalis telah “membersihkan kantong-kantong terakhir perlawanan yang dikuasai para pemberontak”. “Komitmen dan mobilisasi ini memungkinkan kita mengalahkan para oportunis itu dan mencegah bencana bagi negara kita. Pengkhianatan ini tidak akan dibiarkan tanpa hukuman.”

Belum ada informasi pasti mengenai korban, namun Talon menyampaikan belasungkawa. "Kepada para korban dari petualangan tak masuk akal ini, termasuk mereka yang masih disandera para pemberontak yang melarikan diri," ujar Talon.

Para pemberontak, dipimpin Letkol Pascal Tigri, mengkritik kebijakan Talon, termasuk penanganan keamanan di wilayah utara Benin di dekat perbatasan Niger dan Burkina Faso, yang beberapa tahun terakhir dilanda serangan kelompok jihad. Mereka juga mengecam pemotongan layanan kesehatan, kenaikan pajak, serta pembatasan aktivitas politik.

Talon diperkirakan akan mundur tahun depan setelah dua masa jabatan, dengan pemilu dijadwalkan pada April. Meski mendapat pujian atas capaian ekonomi, pemerintahannya juga dikritik atas pembatasan suara oposisi, termasuk keputusan komisi pemilu pada Oktober lalu yang melarang kandidat oposisi utama.

Upaya kudeta ini terjadi sepekan setelah Presiden Guinea-Bissau Umaro Sissoco Embaló digulingkan, menambah daftar panjang kudeta di Afrika Barat. Ecowas dan Uni Afrika mengecam keras upaya pengambilalihan kekuasaan tersebut. Ecowas menyatakan akan mengerahkan pasukan siaga untuk menjaga ketertiban konstitusional di Benin. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya