Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMIMPIN Korea Utara Kim Jong Un mengecam latihan militer gabungan yang sedang berlangsung antara Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS) sebagai bentuk niat mereka untuk memicu perang. Kim juga menegaskan kembali sikap paling bermusuhan sekutu terhadap Korea Utara, menurut media pemerintah Pyongyang, Selasa (19/8).
Kim juga menyerukan ‘ekspansi cepat’ persenjataan nuklir negara itu saat ia memeriksa uji operasi terpadu sistem persenjataan pada kapal perusak pertama Korea Utara berbobot 5.000 ton, Choe Hyon, sehari sebelumnya, menurut KCNA.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Seoul dan Washington memulai latihan Perisai Kebebasan Ulchi (UFS) tahunan mereka pada Senin untuk meningkatkan kesiapan pertahanan bersama mereka melawan Korea Utara. Latihan tersebut akan berlangsung selama 11 hari hingga 28 Agustus.
Kim mengecam Seoul dan Washington karena secara terbuka menyatakan niat mereka untuk mempertahankan sikap paling bermusuhan dan konfrontatif terhadap Korea Utara dengan menggelar latihan berskala besar.
"Hubungan militer AS-ROK yang semakin intensif dan aksi pamer kekuatan merupakan manifestasi paling nyata dari keinginan mereka untuk memicu perang dan sumber kehancuran perdamaian dan keamanan di kawasan," ujar Kim seperti dikutip KCNA.
Kim juga menekankan bahwa situasi keamanan yang memburuk mengharuskan negaranya untuk meluaskan program nuklirnya dengan cepat, dan mengeklaim musuh sedang merencanakan hubungan militer dengan melibatkan unsur-unsur nuklir dalam latihan mereka.
"Dan situasi yang berubah seperti itu mengharuskan kita untuk mengambil tindakan balasan dengan perubahan yang proaktif dan masif," tegas Kim.
Korea Utara telah lama mengecam latihan militer gabungan antara Seoul dan Washington sebagai latihan untuk invasi. Sekutu mengatakan latihan mereka bersifat defensif.
Seorang pejabat di Kementerian Unifikasi Korea Selatan pada Selasa menegaskan kembali bahwa latihan gabungan tersebut bersifat defensif. Ia mengatakan latihan tersebut bertujuan untuk melindungi nyawa dan keselamatan rakyat.
"Kami tegaskan sekali lagi bahwa latihan gabungan Korea Selatan-AS tidak bermaksud menyerang Korea Utara atau meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea," tegas pejabat tersebut.
Pernyataan keras Kim muncul beberapa hari setelah Presiden Lee Jae Myung menawarkan pendekatan damai terhadap Korea Utara dalam pidatonya memperingati Hari Pembebasan Korea (Gwangbokjeol) pada Jumat lalu.
Gwangbokjeol merupakan merupakan perayaan untuk memperingati Hari Kemenangan atas Jepang, di mana Korea terbebas dari kekuasaan Jepang. (Yonhap/B-3)
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Korea Utara sukses uji coba sistem peluncur roket kaliber besar dengan teknologi pemandu presisi. Kim Jong Un sebut ini pencegah perang nuklir.
Pemimpin Korut Kim Jong-un memecat Wakil Perdana Menteri Yang Sung-ho secara langsung karena dinilai tidak bertanggung jawab dalam proyek modernisasi pabrik mesin.
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengusulkan pembekuan program nuklir Korea Utara dengan imbalan kompensasi, sekaligus meminta Tiongkok menjadi mediator.
Kim Jong-un pantau uji rudal hipersonik 1.000km di Laut Timur. Aksi ini respons atas krisis global & penguatan nuklir Pyongyang hadapi ancaman AS serta sekutu.
Korea Utara menyebut tindakan Washington tersebut sebagai bentuk pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan bukti nyata dari kebijakan hegemoni yang biadab.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved