SELAMA lebih dari 30 tahun berupaya mengembangbiakkan panda, Kebun Binatang Nasional Smithsonian, Washington, Amerika Serikat (AS), berulang kali kehilangan. Ada lebih banyak bayi binatang khas Tiongkok tersebut yang mati ketimbang yang bisa hidup begitu dilahirkan.
Karena itu, kelahiran sepasang bayi kembar dari induk panda bernama Mei Xiang pada Sabtu (22/8) waktu setempat menjadi kabar baik dalam upaya pelestarian panda.
Namun, pihak kebun binatang tidak lantas berpesta pora. Tim kebun binatang masih harus menjaga agar bayi-bayi itu terus bertahan hidup dalam kondisi sehat.
Panda termasuk hewan terancam punah dengan hanya 1.800 ekor hidup di alam bebas dan 350 di penangkaran. Secara alami, panda tidak dapat merawat dua bayi sekaligus. Panda biasanya merawat salah satu dan membiarkan yang lainnya mati.
Namun, sejak satu dekade belakangan, pakar pelestarian panda di Tiongkok menyingkap sistem baru, yakni dengan cara merawat dua bayi secara bergiliran.
Jadi, setiap beberapa jam, satu bayi dimasukkan di inkubator sedangkan bayi yang lain diberikan kepada induk untuk menyusu dan menjalin ikatan.
Itulah yang dilakukan tim penjaga panda di Kebun Binatang Washington untuk bayi kembar Mei Xiang. Sejak lahir pada Sabtu (22/8) hingga sore hari berikutnya, kedua bayi telah bergiliran tiga kali tanpa insiden. Sang induk pun terlihat mampu menggendong bayinya setiap kali bayi diganti.
"Memang sangat jarang panda bisa merawat dua bayi sekaligus. Mei Xiang, misalnya, terlihat kebingungan untuk bisa menggendong kedua bayinya sekaligus," kata ahli biologi panda Laurie Thompson.
Kedua bayi Mei Xiang yang belum ketahuan kelaminnya itu, kata Thompson, juga memekik ketika diambil dari induk mereka. "Itu salah satu pertanda bahwa kedua bayi panda tersebut sehat dan kuat," jelasnya.
Tim penjaga panda juga siaga memberikan susu dalam botol untuk kedua bayi jika dibutuhkan, yakni jika bobot bayi-bayi itu kurang dari standar atau terlihat ada gangguan kesehatan.
Panda kembar pertama kali dilahirkan di 'Negeri Paman Sam' pada 1987 di Washington, tapi keduanya mati hanya dalam hitungan hari.
Teknik perawatan secara bergiliran lantas diterapkan untuk bayi panda kembar yang lahir dua tahun silam di Kebun Binatang Atlanta, AS.
"Sekitar 20 tahun lalu, tingkat hidup bayi panda tidak sampai 20%, tapi sekarang bisa mencapai 80%. Kami berupaya terus," jelas kepala tim dokter hewan Kebun Binatang Washington, Don Neiffer.(AP/I-2)