Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Turki Recep Tayyip Erdogan pada Minggu (12/11) menyerukan tekanan terhadap Amerika Serikat untuk menghentikan serangan Israel di Gaza. Ia mengatakan tidak akan ada kesepakatan kecuali Washington menerima daerah kantong tersebut sebagai tanah Palestina.
Erdogan kembali dari pertemuan puncak para pemimpin Arab dan Muslim di ibu kota Saudi, Riyadh, pada Sabtu (11/11), yang mengutuk tindakan biadab pasukan Israel di Gaza tanpa menyetujui tindakan hukuman yang konkret. Dia dijadwalkan mengunjungi Jerman pada Jumat dan berencana melakukan perjalanan ke Mesir dan menjamu presiden Iran dalam beberapa minggu mendatang.
"Kita harus mengadakan pembicaraan dengan Mesir dan negara-negara Teluk dan menekan Amerika Serikat," kata Erdogan kepada wartawan Turki dalam penerbangan pulang dari Riyadh. "AS harus meningkatkan tekanannya terhadap Israel. Barat harus meningkatkan tekanan terhadap Israel. Penting bagi kita untuk menjamin gencatan senjata," katanya.
Baca juga: Israel Serang Libanon setelah Rudal Antitank Lukai Warga Sipil
Erdogan, yang sedang melakukan perjalanan ke desa di timur laut Turki ketika Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berada di Ankara pada 5 November, tidak menutup kemungkinan akan bertemu dengan Presiden Joe Biden. "Negara terpenting yang perlu dilibatkan ialah Amerika Serikat yang memiliki pengaruh terhadap Israel," kata Erdogan.
Namun dia mengatakan dia tidak akan menelepon Biden. Blinken, "Baru saja berada di sini (di Turki). Saya kira Biden akan menjamu kita mulai sekarang. Tidak pantas bagi saya untuk menelepon Biden," ujarnya.
Baca juga: Qatar Rundingkan Pembebasan 10-15 Sandera untuk Gencatan Senjata Gaza
Erdogan mengatakan AS harus menerima Gaza sebagai tanah Palestina. "Kami tidak bisa setuju dengan Biden jika dia mendekati (konflik) dengan melihat Gaza sebagai tanah pendudukan pemukim atau Israel, bukan tanah rakyat Palestina," ujarnya.
Turki semakin vokal mengkritik serangan Israel di Gaza. Dalam pidato lain di Istanbul pada Minggu, Erdogan melampiaskan kemarahannya kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam komentar yang disiarkan langsung di televisi Turki.
"Hai Netanyahu, ini hari-hari baik Anda, hari-hari yang lebih berbeda menanti Anda. Netanyahu, Anda harus tahu bahwa Anda akan pergi," kata Erdogan setelah menyebut pemimpin Israel itu, "Bukan lagi seseorang yang dapat kita ajak bicara."
Erdogan akan bertemu Kanselir Jerman Olaf Scholz minggu depan. Turki secara teknis ialah calon anggota Uni Eropa dan, meskipun prospeknya masih jauh, gambaran Erdogan mengenai militan Hamas sebagai pembebas--yang sangat berbeda dengan blok tersebut--menimbulkan kegelisahan.
Hal ini juga sangat kontras dengan posisi yang diambil oleh Berlin, anggota UE dengan jumlah penduduk terbesar. Dalam laporan tahunan mengenai kemajuan negara-negara kandidat yang diterbitkan minggu ini, UE mengatakan, "Retorika Turki dalam mendukung kelompok teroris Hamas menyusul serangannya terhadap Israel sangat bertentangan dengan pendekatan UE."
"Uni Eropa berpikiran sama dengan Israel mengenai Hamas," kata Erdogan di pesawat. "Saya melihat Hamas sebagai partai politik yang memenangkan pemilu di Palestina. Saya tidak melihatnya dengan cara yang sama," tambahnya.
Erdogan mengulangi seruannya mengadakan konferensi internasional untuk menyelesaikan konflik tersebut. "Tidak ada yang bisa membawa perdamaian lebih dari pertemuan semua aktor regional, termasuk pihak-pihak yang bertikai," katanya. (AFP/Z-2)
Salon di Beit Awa, wilayah pendudukan Tepi Barat, Palestina, Rabu (18/3) dihantam sebuah proyektil meledak akibat saling serang Israel dan Iran. Empat perempuan Palestina tewas
PKS mendukung Presiden Prabowo Subianto menunda pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza, Palestina saat meningkatnya konflik Timur Tengah Iran, Amerika Serikat, iran, dan israel
PEMERINTAH Jepang membuka peluang untuk mengerahkan kekuatan militernya dalam misi pembersihan ranjau di Selat Hormuz setelah gencatan senjata antara Iran, Amerika Serikat dan Israel
IRGC klaim tangkap 178 mata-mata AS dan Israel sejak akhir Februari. Para agen dituduh membocorkan koordinat militer dan medis di tengah eskalasi konflik di Iran.
Israel dinilai melanggar Pasal 13 terkait perilaku ofensif dan pelanggaran prinsip fair play, serta Pasal 15 mengenai diskriminasi dan pelecehan rasis dalam Aturan Disiplin FIFA (FDC).
Saat itu, Prabowo menegaskan bahwa dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sekaligus mendorong solusi dua negara (two-state solution).
Salon di Beit Awa, wilayah pendudukan Tepi Barat, Palestina, Rabu (18/3) dihantam sebuah proyektil meledak akibat saling serang Israel dan Iran. Empat perempuan Palestina tewas
Secara khusus menyapa pemudik yang kembali ke tanah kelahiran dan atas nama pribadi, keluarga, serta Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat menyampaikan ucapan selamat datang kembali.
Mahmoud Abbas membawa harapan besar agar momentum hari kemenangan ini menjadi titik balik bagi kemerdekaan bangsa Palestina.
Human Rights Watch mendesak Hungaria menangkap PM Israel Benjamin Netanyahu terkait surat perintah ICC atas dugaan kejahatan perang di Gaza saat kunjungannya Sabtu ini.
Dilaporkan The Guardian, ratusan warga Palestina terlihat melaksanakan salat di sekitar Kota Tua pada Jumat (20/3) pagi eaktu setempat, setelah polisi Israel menutup akses
Saat itu, Prabowo menegaskan bahwa dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sekaligus mendorong solusi dua negara (two-state solution).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved