Selasa 15 November 2022, 15:19 WIB

Presiden RI: Penguatan Arsitektur Kesehatan Global Sebuah Keharusan

Andhika Prasetyo | Internasional
Presiden RI: Penguatan Arsitektur Kesehatan Global Sebuah Keharusan

MEDIA CENTER G20 INDONESIA/Prasetyo Utomo
Presiden Joko Widodo.

 

Presiden RI Joko Widodo meminta para pemimpin negara G-20 untuk serius memperkuat arsitektur kesehatan global. Langkah tersebut wajib dilakukan sebagai bentuk antisipasi, kesiapsiagaan, jika pandemi terjadi lagi di masa mendatang.

“Para pemimpin G-20, dunia kita semakin pulih dari pandemi covid-19 tapi kita tidak boleh lengah. Darurat Kesehatan berikutnya bisa muncul kapan saja. Kali ini, dunia harus lebih siap. Kesiapsiagaan kita akan menyelematkan nyawa dan perekonomian kita,” ujar Jokowi saat membuka Working Session II KTT G-20 di Hotel Apurva Kempinski, Bali, Selasa (15/11).

Sebagai kumpulan negara dengan ekonomi terkuat, G-20 harus melakukan aksi nyata. Saat ini, Pandemic Fund, salah satu terobosan yang diinisiasi dalam Presidensi Indonesia, telah terbentuk. Itu harus ditindaklanjuti dengan langkah konkret yaitu menyumbangkan dana besar ke dalamnya.

“Indonesia sudah memberi komitmen US$50 juta. Saya mengajak semua pihak juga berkontribusi. Ini harus ditindaklanjuti dengan penambahan kontribusi pendanaan supaya berfungsi secara optimal,” tutur mantan wali kota Surakarta itu.

Selain itu, G-20 juga harus melibatkan negara-negara berkembang sebagai bagian dari solusi masalah kesehatan dunia. Caranya ialah dengan menaruh investasi di sektor medis di negara-negara tersebut.

Selama ini, Jokowi melihat negara-negara berkembang dibiarkan tertinggal sehingga kesenjangan kapasitas kesehatan menjadi sangat tinggi. “Negara berkembang harus diberdayakan. Kesenjangan kapasitas kesehatan tidak dapat diabiarkan. Negara berkembang memerlukan kemitraan yang memberdayakan. Mereka bisa jadi bagian dari rantai pasok kesehatan global termasuk pusat manufaktur dan riset,” sambungnya.

“Itu hanya bisa terjadi jika investasi industri kesehatan ditingkatkan, transfer teknologi diperkuat dan akses bahan baku produksi diperluas.”

Jokowi juga mendorong WHO untuk lebih kuat dan bertaring lagi terutama dalam membuat dan mengimplementasikan kebijakan-kebijakan terkait kesehatan.

Pada akhir sambutannya, Kepala Negara menekankan bahwa dunia tidak boleh mengulangi lagi kesalahan yang sama, kesalahan karena tidak siap dalam menghadapi pandemi. “Itu harus jadi pelajaran berharga untuk menyiapkan dunia dari darurat kesehatan global. ‘Never Again’ saya kira menjadi mantra Bersama,” tandas Jokowi. (OL-12)

Baca Juga

AFP/NATALIA KOLESNIKOVA

AS Tukar Pebasket Griner dengan Pedagang Senjata Api

👤Basuki Eka Purnama 🕔Jumat 09 Desember 2022, 06:10 WIB
Bintang bola basket Amerika Serikat Brittney Griner dibebaskan dari penjara Rusia, Kamis (8/12) ditular dengan pedagang senjata api yang...
UGC / AFP

Iran Eksekusi Mati Seorang Demonstran Mahsa Amini

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 08 Desember 2022, 18:40 WIB
Menurut dia eksekusi ini harus memiliki konsekuensi bagi Iran yang setimpal dari masyarakat dunia. Kantor berita Iran Mizan melaporkan...
AFP/Kirill KUDRYAVTSEV

Gubernur Texas Larang Pegawai Pemerintah Main TikTok

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 08 Desember 2022, 11:00 WIB
“TikTok memanen sejumlah besar data dari perangkat penggunanya, termasuk kapan, di mana, dan bagaimana mereka melakukan aktivitas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya