Kamis 07 Juli 2022, 11:30 WIB

Hujan Deras di Sydney Mereda, Warga Periksa Kerusakan

Mediaindonesia.com | Internasional
Hujan Deras di Sydney Mereda, Warga Periksa Kerusakan

AFP/Muhammad FAROOQ
Hujan deras yang mulai mereda di Sydney.

 

Hujan deras yang melanda Sydney selama lima hari terakhir mereda pada Kamis sehingga warga yang terdampak banjir berusaha kembali ke rumah untuk memeriksa kerusakan.

Menurut citra satelit, badai bertekanan rendah yang terbentuk di lepas pantai timur Australia selama akhir pekan telah melemah, tetapi banjir besar dapat berlangsung beberapa hari karena sungai dan bendungan sudah meluap sebelum badai itu muncul.

Ketinggian air di Sungai Hawkesbury di Sydney barat mulai surut, membuat lega penduduk Windsor, salah satu daerah pinggiran yang terdampak banjir terparah. Namun, hujan deras memicu banjir bandang di pantai tengah-utara New South Wales (NSW) sehingga penduduk terpaksa mengungsi malam hari.

"Respons kami beragam saat memulangkan warga ke rumah mereka, tetapi masih menangani ancaman yang meningkat di pantai tengah-utara... dan pantai tengah (NSW)," kata wakil komisaris layanan darurat NSW Ashley Sullivan kepada televisi ABC. "Jadi kami melakukan sejumlah penyelamatan banjir yang sedang berlangsung saat ini," kata dia.

Sekitar 60.000 penduduk di negara bagian itu telah diminta untuk mengungsi atau diperingatkan bahwa mereka kemungkinan akan menerima perintah evakuasi. Lebih dari 30.000 orang telah diizinkan kembali ke rumah untuk memeriksa kerusakan, kata pihak berwenang.

Beberapa daerah telah mencatat rekor curah hujan pada Juli, yang memicu kerusakan akibat hujan terus menerus, sedangkan curah hujan di beberapa tempat melebihi rata-rata tahunan sejak Sabtu.

Banjir yang sering melanda Australia telah menimbulkan pertanyaan tentang seberapa siap negara itu menghadapi cuaca buruk.

Bendahara Federal Jim Chalmers telah memerintahkan timnya untuk mengkaji dampak perubahan iklim terhadap ekonomi Australia, sebuah tugas yang ditinggalkan selama hampir satu dekade oleh pemerintah konservatif sebelumnya, menurut surat kabar Sydney Morning Herald.

Cuaca pantai timur Australia telah terdampak oleh fenomena La Nina, yang biasanya memicu curah hujan tinggi, selama dua tahun berturut-turut.  Fenomena alam itu berakhir pada Juni, tetapi ada kemungkinan 50-50 untuk muncul lagi akhir tahun ini. (Ant/OL-12)

Baca Juga

AFP.

Kisah Nuklir Iran, dari Kesepakatan 2015 hingga Draf Teks Final

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 19:25 WIB
Pada 2013, Presiden Iran yang baru terpilih Hassan Rouhani mengatakan dia siap untuk negosiasi serius mengenai program nuklir...
AFP/Tentara Israel.

Tentara Israel Temukan dan Blokade Terowongan Milik Hamas

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 19:05 WIB
Tentara Israel menemukan dan memblokade satu terowongan yang mengarah keluar dari Jalur Gaza. Terowongan itu digali oleh Hamas sebagai...
dok.AFP

Infeksi Covid-19 Meningkat di Xinjiang, Diduga Dari Turis Tiongkok

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 18:53 WIB
PIHAK berwenang Tiongkok di Xinjiang, menegaskan kepada siapapun yang kedapatan atau berani melanggar undang-undang karantina (tidak keluar...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya