Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) meminta negara-negara di kawasan Asia Tenggara mempercepat peningkatan cakupan vaksinasi COVID-19 primer (vaksinasi dosis pertama dan kedua).
Sebagaimana dikutip dalam siaran pers WHO yang diterima di Jakarta, Jumat, Direktur Regional WHO Asia Tenggara Poonam Khetrapal Singh menekankan pentingnya vaksinasi untuk meningkatkan perlindungan terhadap serangan COVID-19 serta menurunkan risiko keparahan dan kematian akibat penyakit tersebut.
Dia mengatakan bahwa beberapa negara di Asia Tenggara telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dengan cakupan vaksinasi primer mencapai 70 persen dari total populasi hingga akhir Juni 2022.
Menurut data WHO, cakupan vaksinasi COVID-19 primer sudah mencapai 89 persen di Bhutan; 79,9 persen di Thailand; 70,4 persen di Maladewa; dan 70,2 persen di Bangladesh.
Di Indonesia, menurut data Kementerian Kesehatan RI pada 1 Juli 2022, jumlah penduduk yang sudah mendapat vaksinasi primer mencapai 169.071.865 orang atau 81,18 persen dari total 208.265.720 penduduk yang menjadi sasaran vaksinasi COVID-19.
Baca juga: Konferensi Ulama Muslim di Malaysia Usulkan Pembentukan Majelis Ulama Asia Tenggara
"Kita harus fokus pada pencapaian cakupan vaksinasi yang tinggi dengan cepat. Memprioritaskan petugas kesehatan, masyarakat lanjut usia, mereka yang memiliki komorbid, dan ibu hamil," kata Khetrapal Singh.
Menurut dia, percepatan peningkatan cakupan vaksinasi pada kelompok petugas pelayanan kesehatan dan pekerja garda terdepan lain, orang lanjut usia, dan mereka yang memiliki penyakit penyerta akan efektif menekan angka kematian akibat COVID-19.
Khetrapal Singh juga mengingatkan bahwa pandemi COVID-19 belum berakhir dan negara-negara perlu meningkatkan upaya untuk melindungi warganya dari penularan COVID-19.
Meski dunia sudah dilanda "kelelahan" akibat pandemi, ia mengatakan, cakupan vaksinasi di seluruh negara perlu terus ditingkatkan.
"COVID-19 bukanlah penyakit ringan, meskipun dalam keadaan fit dan sehat tidak ada jaminan bahwa infeksinya akan ringan. Vaksinasi meningkatkan kemungkinan mencegah bentuk parah COVID-19 yang dapat mengakibatkan rawat inap, kematian, atau komplikasi jangka panjang," katanya.(OL-4)
BARU-baru ini outbreak virus Nipah menyebabkan kewaspadaan kesehatan di banyak negara Asia. Infeksi virus Nipah pada manusia menyebabkan berbagai gejala, kenali penularan dan pengobatannya
LEDAKAN teknologi digital telah menyusup ke setiap sudut kehidupan anak-anak Indonesia, membawa kemudahan sekaligus ancaman diam-diam: krisis gaya hidup pasif.
AMERIKA Serikat keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per Kamis 22 Januari 2026. Keputusan ini berdasarkan Keputusan Presiden bernomor 14155 yang dirilis pada 20 Januari 2025.
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, mengatakan untuk penanggulangan kusta perlu diangkat sebagai prioritas nasional.
WHO menyatakan 500 juta perempuan di dunia terkena anemia. Yuk kenali dan ketahui cara mencegahnya.
Indonesia disebut telah mengambil langkah besar melalui pendekatan primary healthcare.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved