Jumat 01 Juli 2022, 18:24 WIB

WHO Minta Asia Tenggara Akselerasi Vaksinasi Covid-19

Mediaindonesia | Internasional
WHO Minta Asia Tenggara Akselerasi Vaksinasi Covid-19

ANTARA FOTO/Arnas Padda
Petugas menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada seorang bocah di Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia.

 

ORGANISASI Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) meminta negara-negara di kawasan Asia Tenggara mempercepat peningkatan cakupan vaksinasi COVID-19 primer (vaksinasi dosis pertama dan kedua).

Sebagaimana dikutip dalam siaran pers WHO yang diterima di Jakarta, Jumat, Direktur Regional WHO Asia Tenggara Poonam Khetrapal Singh menekankan pentingnya vaksinasi untuk meningkatkan perlindungan terhadap serangan COVID-19 serta menurunkan risiko keparahan dan kematian akibat penyakit tersebut.

Dia mengatakan bahwa beberapa negara di Asia Tenggara telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dengan cakupan vaksinasi primer mencapai 70 persen dari total populasi hingga akhir Juni 2022.

Menurut data WHO, cakupan vaksinasi COVID-19 primer sudah mencapai 89 persen di Bhutan; 79,9 persen di Thailand; 70,4 persen di Maladewa; dan 70,2 persen di Bangladesh.

Di Indonesia, menurut data Kementerian Kesehatan RI pada 1 Juli 2022, jumlah penduduk yang sudah mendapat vaksinasi primer mencapai 169.071.865 orang atau 81,18 persen dari total 208.265.720 penduduk yang menjadi sasaran vaksinasi COVID-19.

Baca juga: Konferensi Ulama Muslim di Malaysia Usulkan Pembentukan Majelis Ulama Asia Tenggara

"Kita harus fokus pada pencapaian cakupan vaksinasi yang tinggi dengan cepat. Memprioritaskan petugas kesehatan, masyarakat lanjut usia, mereka yang memiliki komorbid, dan ibu hamil," kata Khetrapal Singh.

Menurut dia, percepatan peningkatan cakupan vaksinasi pada kelompok petugas pelayanan kesehatan dan pekerja garda terdepan lain, orang lanjut usia, dan mereka yang memiliki penyakit penyerta akan efektif menekan angka kematian akibat COVID-19.

Khetrapal Singh juga mengingatkan bahwa pandemi COVID-19 belum berakhir dan negara-negara perlu meningkatkan upaya untuk melindungi warganya dari penularan COVID-19.

Meski dunia sudah dilanda "kelelahan" akibat pandemi, ia mengatakan, cakupan vaksinasi di seluruh negara perlu terus ditingkatkan.

"COVID-19 bukanlah penyakit ringan, meskipun dalam keadaan fit dan sehat tidak ada jaminan bahwa infeksinya akan ringan. Vaksinasi meningkatkan kemungkinan mencegah bentuk parah COVID-19 yang dapat mengakibatkan rawat inap, kematian, atau komplikasi jangka panjang," katanya.(OL-4)

Baca Juga

AFP/Christophe ARCHAMBAULT

Kuasa Hukum Assange Gugat CIA

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 11:11 WIB
Mereka mengklaim hak mereka untuk mendapatkan perlindungan sebagai warga AS telah...
AFP

Raja Malaysia Tiba di Turki untuk Kunjungan Kenegaraan

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 09:14 WIB
Raja Malaysia Sultan Abdullah tiba di Turki pada Senin (15/8) untuk melakukan kunjungan kenegaraan selama tujuh hari, menurut laporan...
AFP/Handout / MYANMAR MINISTRY OF INFORMATION

Pengadilan Myanmar Jatuhkan Vonis Enam Tahun untuk Suu Kyi dalam Kasus Korupsi

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 05:15 WIB
Suu Kyi telah ditahan sejak pemerintahannya digulingkan oleh militer dalam kudeta pada 1 Februari tahun lalu yang mengakhiri periode...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya