Minggu 13 Juni 2021, 17:15 WIB

Biden Desak Pemimpin G7 untuk Melawan Tiongkok

Nur Aivanni | Internasional
Biden Desak Pemimpin G7 untuk Melawan Tiongkok

AFP
Presiden AS Joe Biden saat menghadiri pertemuan di St Ives, Cornwall, Inggris.

 

PEMIMPIN ekonomi terbesar dunia meluncurkan rencana infrastruktur bagi negara berkembang untuk bersaing dengan inisiatif global Tiongkok. Namun, mereka berupaya mencari konsensus terkait seruan isu pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap Negeri Tirai Bambu.

Kampanye Presien Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyoroti Tiongkok karena praktik kerja paksa. Biden pun gencar membujuk sesama pemimpin demokratis untuk menyatukan kekuatan melawan dominasi Tiongkok dari aspek ekonomi.

Kanada, Inggris dan Prancis cenderung mendukung posisi Biden. Sementara, Jerman, Italia dan Uni Eropa menunjukkan lebih banyak keraguan selama sesi KTT G7 pada Sabtu waktu setempat.

Baca juga: AS-Korsel Kerja Sama Menuju Denuklirisasi Semenanjung Korea

Pejabat Gedung Putih menyatakan Biden ingin pemimpin negara G7, yang mencakup AS, Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Jepang dan Italia, untuk menentang praktik kerja paksa yang menargetkan Muslim Uighur di Tiongkok dan etnis minoritas lainnya. 

Biden berharap kecaman itu menjadi bagian dari pernyataan bersama, yang akan dirilis pada Minggu waktu setempat, atau ketika KTT berakhir. Namun, beberapa sekutu Eropa enggan untuk berpisah dengan Beijing.

Baca juga: G7 Janjikan Satu Miliar Dosis Vaksin Covid untuk Dunia

Tiongkok menjadi salah satu pembahasan yang menarik dari KTT G7. Para sekutu juga mengambil langkah pertama dalam mengajukan proposal infrastruktur yang disebut "Build Back Better for the World". Sebuah istilah yang menggemakan slogan kampanye Biden. 

Rencana tersebut menyerukan proyek ratusan miliar dolar untuk bekerja sama dengan sektor swasta, dengan catatan mematuhi standar iklim dan praktik ketenagakerjaan. Hal itu dirancang untuk menandingi "Belt and Road Initiative" milik Tiongkok, yang memiliki nilai triliunan dolar.(CNA/OL-11)


 

Baca Juga

AFP

Jerman Wajibkan Pelancong Tunjukkan Surat Vaksinasi

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 Juli 2021, 00:21 WIB
Jerman kini mewajibkan hasil tes negatif atau bukti kekebalan hanya dari mereka yang datang dari "daerah berisiko", "daerah...
AFP/Manjunath Kiran

Kerala Umumkan Karantina saat Kasus Harian di India Menurun

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 Juli 2021, 23:55 WIB
Kerala, dengan kasus aktif mencapai 154.000-an, menyumbang 37,1 persen pada total kasus aktif di...
AFP

Vaksin Raib Saat Penduduk Mulai Antre di Dataran Tinggi Bolivia

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 Juli 2021, 23:00 WIB
Di dataran tinggi Uru Chipaya, Bolivia, Fausto Lopez mengenakan pakaian terbaiknya. Dia senang karena akhirnya bakal disuntik vaksin...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Atletik Jadi Lumbung Medali

SALAH satu cabang olahraga yang akan sangat menarik untuk disaksikan di Olimpiade 2020 ialah atletik.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya