Selasa 06 April 2021, 17:47 WIB

Presiden Israel Nominasikan Netanyahu sebagai Perdana Menteri

Mediaindonesia.com | Internasional
Presiden Israel Nominasikan Netanyahu sebagai Perdana Menteri

AFP/Amir Cohen.
Presiden Israel Reuven Rivlin.

 

PRESIDEN Israel Reuven Rivlin menominasikan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mencoba membentuk pemerintahan, Selasa (6/4). Ini dilakukannya setelah konsultasi dengan partai-partai politik yang memungkinkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memperoleh dukungan paling banyak.

Namun, Rivlin memiliki keleluasaan hukum yang luas dalam menentukan pilihannya.  Dia mengatakan pada Senin (5/4) bahwa pertimbangan etis dapat ikut bermain. Ia jelas merujuk pada tiga kasus korupsi yang terkait Netanyahu.

Pemilu Israel pada 23 Maret, yang keempat dalam dua tahun, berakhir dengan kegagalan, baik sayap kanan dan blok agama yang dipimpin Netanyahu maupun calon aliansi dari lawan-lawannya, dalam memenangkan mayoritas parlemen. Kebuntuan politik tetap tidak teratasi setelah Rivlin melakukan diskusi maraton dengan perwakilan dari semua partai yang merebut kursi di badan legislatif.

 

Seorang juru bicara Rivlin mengatakan putaran konsultasi telah berakhir dan presiden akan memberikan keputusannya pada Selasa. Netanyahu menerima rekomendasi dari 52 anggota parlemen dari 120 anggota Knesset. Politikus sentris dan mantan Menteri Keuangan Yair Lapid dari partai Yesh Atid memperoleh 45 dukungan dan mantan Menteri Pertahanan Naftali Bennett dari partai sayap kanan Yamina mendapat tujuh dukungan.

Tiga partai, dengan total 16 kursi parlemen, menolak dalam pertemuan mereka dengan Rivlin untuk mencalonkan kandidat mana pun. Netanyahu telah mendesak Bennett dan mantan sekutu lain, Gideon Saar, yang mendirikan partai sayap kanan New Horizon setelah meninggalkan Likud yang konservatif dari perdana menteri, agar bergabung dengannya untuk memecahkan kebuntuan.

Bennett tidak berkeinginan untuk kembali bekerja sama dengan Netanyahu. Hubungan di antara kedua tokoh itu telah mengalami gejolak. Saar mengatakan dia tidak akan bekerja di bawah Netanyahu, seraya mengutip pengadilan korupsi perdana menteri itu--yang dibuka pada Senin (5/4)--tetapi tidak mendukung Lapid.

Netanyahu, yang membantah melakukan kesalahan kriminal, menghadiri sebagian sidang pengadilan dan kemudian mengulangi tuduhan bahwa kasus penuntutan itu merupakan percobaan kudeta yang bertujuan menggulingkan perdana menteri sayap kanan yang kuat. Dengan keputusan Rivlin yang tertunda, Lapid mengatakan pada Senin bahwa dia telah mengusulkan kesepakatan koalisi ke Bennett.

Di bawah pengaturan itu, Bennett akan menjabat sebagai perdana menteri dan kemudian Lapid akan mengambil alih. "Publik Israel perlu melihat bahwa para pemimpinnya dapat bekerja sama," kata Lapid dalam pidato yang disiarkan televisi. Bennett belum berkomentar tentang tawaran Lapid.

Komentator politik mengatakan kesepakatan semacam itu mungkin juga membuka jalan bagi sayap kanan Saar untuk bergabung dengan Lapid, dengan prospek Bennett, seorang rekan konservatif, berada di pucuk pimpinan. Siapa pun yang terpilih akan punya kesempatan selama 28 hari untuk mencoba membentuk koalisi dan dapat meminta perpanjangan dua minggu kepada Rivlin yang memiliki pilihan untuk menyerahkan tugas pembentukan koalisi kepada orang lain jika pemerintahan tak terbentuk. (AFP/Ant/OL-14)

Baca Juga

AFP/Tolla Akmen

Parlemen Inggris akan Berikan Penghormatan untuk Pangeran Phillip

👤Nur Aivanni 🕔Senin 12 April 2021, 16:16 WIB
Parlemen di London, Cardiff, Edinburgh dan Belfast, Inggris, akan berkumpul untuk memberikan penghormatan kepada Pangeran...
AFP

Salip Brasil, India Jadi Negara Kasus Covid-19 Tertinggi Kedua

👤Nur Aivanni 🕔Senin 12 April 2021, 16:09 WIB
Jumlah kasus positif covid-19 di India sudah mencapai 13,53 juta orang. Sementara itu, Brasil mencatatkan 13,48 juta kasus dan Amerika...
Noel CELIS / AFP

Alibaba Terima Denda yang Dikenakan Otoritas Tiongkok

👤Nur Aivanni 🕔Senin 12 April 2021, 15:59 WIB
Regulator Tiongkok mengenakan denda $ 2,8 miliar setelah penyelidikan menetapkan bahwa mereka telah menyalahgunakan posisi pasarnya selama...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Salah Kaprah Salurkan Energi

Kenakalan remaja pada masa lalu hingga masa kini masih ada, bahkan semakin meninggi. Itu terjadi karena remaja sering kali mementingkan solidaritas grup.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya