Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KELOMPOK pemberontak sayap kiri menyerang rombongan tentara yang tengah mengangkut peralatan jelang pemilihan umum di Peru.
Insiden yang terjadi Sabtu dini hari waktu setempat itu menewaskan tiga orang dan mencederai enam orang lainnya.
Panglima Angkatan Bersenjata Peru, Jorge Moscoso, mengatakan dua korban tewas ialah personel militer, sedangkan yang lainnya ialah pengemudi truk yang merupakan warga sipil.
Kebanyakan kelompok gerilyawan komunis di Peru telah dilucuti pada 1990-an, tapi sebagian di antaranya masih menguasai beberapa wilayah yang diselimuti hutan.
Rakyat Peru dijadwalkan memberi suara pada Minggu (Senin, WIB) dalam pemilihan presiden keempat sejak berakhirnya pertempuran selama satu dasawarsa antara pemberontak dan pasukan keamanan negara yang dipimpin mantan Presiden Peru Alberto Fujimori.
Pertempuran itu telah merenggut 69 ribu jiwa.
Fujimori kini menjalani hukuman 25 tahun penjara karena memerintahkan tentara untuk membunuh warga sipil dalam upayanya mengatasi pemberontak.
Namun, dalam pemilu kali ini, nama Fujimori muncul lagi melalui trah keturunannya, yakni Keiko Fujimori yang tak lain ialah anaknya.
Keiko merupakan calon favorit meski diperkirakan tak akan menang mudah.
Salah satu lembaga riset ternama Peru, Ipsos, belum lama ini merilis hasil survei terbaru pemilu Peru.
Dalam laporannya, 33% pemilih di Peru menyatakan siap mendukung Keiko yang bernaung di bawah partai sayap kanan, Fuerza.
Posisi kedua pada jajak pendapat itu ditempati Pedro Pablo Kuczynski. Pedro yang mendapat 13% dukungan ialah seorang ekonom dan pernah menjabat perdana menteri. (AFP/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved