Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Pura Terbakar, Puluhan Tewas

AFP
11/4/2016 01:20
Pura Terbakar, Puluhan Tewas
(AFP)

HAMPIR 100 orang tewas akibat kebakaran besar yang menghanguskan Pura Puttingal Devi di Kerala, bagian selatan India, Minggu (10/4).

Kebakaran terjadi saat pura itu disesaki pengunjung yang ingin menyaksikan pertunjukan kembang api untuk memperingati tahun baru Hindu setempat.

Pertunjukan kembang api itu dimulai pada tengah malam dan berlangsung selama beberapa jam.

Menurut saksi mata di sekitar pura, kebakaran itu dipicu ketika salah satu kembang api itu jatuh di gudang penyimpanan kembang api.

Perdana Menteri Narendra Modi segera terbang ke lokasi kejadian dengan sejumlah petugas medis untuk membantu korban yang terluka.

"Kebakaran yang terjadi di pura yang ada di Kollam itu menyayat hati dan sangat mengejutkan hingga saya tidak dapat berkata apa-apa," kata Modi dalam akun Twitter-nya.

"Perasaan saya saat ini berada bersama para keluarga korban dan doa bagi mereka yang terluka," katanya menambahkan.

Modi telah menghadapi kritik publik sebelumnya atas kegagalannya dalam kesigapan menanggapi sejumlah bencana, seperti banjir yang terjadi di Chennai pada akhir tahun lalu.

Dia dianggap lalai membantu korban.

Kepala Menteri Kerala Oommen Chandy mengatakan sebanyak 97 orang tewas dalam kebakaran di pura itu.

Mereka umumnya terjebak di dalam bangunan yang dilahap api.

Dia juga mengatakan bahwa 245 orang lainnya terluka dalam insiden itu.

Dalam sejumlah tayangan televisi, tampak orang-orang, beberapa di antaranya menggendong anak-anak dengan luka bakar, dibawa ke rumah sakit.

Pemerintahan federal juga mengerahkan militer untuk membantu pihak berwenang Kerala dengan dua unit kapal angkatan laut berlayar ke wilayah itu untuk membawa persediaan medis.

Komoditas politik

Insiden kebakaran itu menjadi komoditas politik di wilayah Kerala menjelang pemilihan umum untuk memilih majelis provinsi.

Di wilayah itu, Partai Bharatiya Janata (BJP) pimpinan Modi bersaing dengan Partai Kongres dan Partai Komunis.

Kepala Menteri Kerala Chandy menyangkal pemerintah telah memberikan izin untuk mengadakan pertunjukan kembang api.

Mereka akan menyelidiki mengapa pihak pura tetap menggelar acara itu.

"Tidak ada izin apa pun yang dikeluarkan, meskipun hanya untuk menyimpan kembang api," tegasnya.

Pihak kepolisian mengatakan pengelola pura lalai.

Namun, sejauh ini para pengurus tempat ibadah itu belum memberikan komentar.

Wilayah Kerala dipenuhi sejumlah pura yang diatur oleh pihak yang kaya dan kuat dan seringkali memandang rendah peraturan setempat.

Setiap tahun, pura-pura tersebut mengadakan pertunjukan kembang api, sering kali dikompetisikan di panggung untuk memilih pertunjukan mana yang paling spektakuler.

Hakim wilayah, A Shainamol, mengatakan warga yang tinggal di dekat pura telah menyampaikan keluhan terkait betapa berbahayanya kembang api itu, tapi tak digubris pihak berwenang. (AFP/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya