Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
LAZIMNYA kota pelabuhan, lalu lintas di Santander amat sibuk.
Mobil-mobil berukuran besar hilir mudik untuk bongkar muat.
Belum lagi kendaraan-kendaraan pribadi yang berseliweran di dekat pantai.
Namun, keadaan itu kini telah jauh berubah.
Santander telah berganti wajah.
Di kota pelabuhan bersejarah di Spanyol itu, Anda tak akan kesulitan lagi mencari area parkir.
Tong-tong sampah isinya tidak lagi ditemui dalam keadaan melimpah dan rumput-rumput taman disiram secara teratur.
Kerapian dan kebersihan di Santander menjadi perhatian utama pemangku kepentingan 'Negeri Matador' sejak ibu kota Cantabria itu menjadi model pengujian untuk 'kota pintar' (smart city) di seluruh dunia.
Ribuan sensor yang terhubung dengan internet dipasang di penjuru kota yang terkenal dengan hotel-hotel mewah dan kasino berkelas di sepanjang pantainya itu.
Hal itu bertujuan memberikan informasi yang berguna bagi warga sekitar.
Sensor itu menjelma bak laboratorium berteknologi tinggi.
Di bawah jalan-jalan di jantung kota, sedikitnya 400 sensor dibenamkan untuk memantau apakah tempat-tempat parkir kosong atau telah penuh.
Aplikasi itu sangat membantu warga sekitar atau para komuter untuk mencari area parkir.
Salain itu, panel cahaya di persimpangan dan perangkat global positioning system (GPS) memberikan petunjuk langsung kepada para pengemudi ke ruang parkir terdekat yang tersedia.
Sistem itu sangat membantu mengurangi kemacetan lalu lintas di jalan-jalan kota yang terkenal sibuk.
"Sebuah aplikasi memungkinkan Anda untuk membayar parkir dengan ponsel pintar Anda dan ketika waktu habis, Anda dapat memperpanjang langsung tanpa harus turun ke jalan untuk menempatkan lebih banyak koin ke meteran," kata Cristina Munoz, 32, seorang wartawan.
Ketika Luis Munoz, seorang profesor IT di Universitas Cantabria, melemparkan gagasan untuk menciptakan sebuah 'kota pintar' kepada pejabat kota itu pada 2009, ia masih ingat hal pertama yang mereka katakan kepadanya: "Kita memiliki problem besar dengan parkir".
Tujuh tahun kemudian, tepat pada tahun ini, Santander, yang berpenduduk 175 ribu jiwa, telah menjelma jadi semacam laboratorium hidup.
Dengan sokongan dana dari Komisi Eropa dan beberapa universitas asing, sekitar 20 ribu sensor dipasang di berbagai lokasi dan tempat di penjuru Santander.
Perangkat mutakhir itu, yang seukuran kotak sepatu dengan empat antena, mengumpulkan data-data terkait curah hujan dan lalu lintas jalan.
Data-data itu lalu dikirim ke pusat kontrol untuk membantu otoritas kota memberikan layanan yang lebih efisien dan murah.
Proyek percontohan itu telah menjadikan Santander sebagai kota paling terkoneksi di Eropa dalam hal infrastruktur terpasang. (AFP/Haufan Hasyim Salengke/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved