Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
HASIL penyelidikan parlemen Malaysia, Kamis (7/4), menunjukkan bahwa perusahaan negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB), perusahaan investasi negara yang didirikan Perdana Menteri Najib Razak, telah melakukan pembayaran mencurigakan sebesar lebih dari US$3 miliar atau hampir Rp40 triliun ke luar negeri.
Parlemen pun mendesak pihak berwajib untuk segera menyelidiki dengan meminta keterangan dari mantan CEO 1MBD atas pembayaran dengan jumlah sedemikian besar, tapi tak dapat dijelaskan tersebut.
Laporan dari Komite Akuntabilitas Publik (PAC) itu merupakan hasil penyidikan resmi pertama Malaysia yang menilai bahwa telah terjadi kesalahan atau mengarah pada rekomendasi terkait skandal yang menyeret-nyeret nama Najib tersebut.
Dalam laporan mereka, PAC mengatakan pembayaran US$3 miliar yang tidak jelas itu diambil dari dana milik perusahaan negara yang tengah berdarah-darah itu.
Dana itu diketahui mengalir ke Aabar Investments PJS Ltd.
Kucuran dana itu memunculkan dugaan adanya kelemahan dalam manajemen perusahaan itu.
'PAC berpendapat mantan CEO 1MDB, Shahrol Azral Ibrahim Halmi, harus bertanggung jawab atas pelanggaran dan kelemahan manajemen ini', demikian isi laporan setebal 106 halaman itu.
"Oleh karena itu, aparat penegak hukum diminta untuk menginvestigasi Shahrol Azral Ibrahim Halmi dan siapa sja yang terkait masalah ini," lanjut laporan itu.
Shahrol merupakan CEO 1MDB pada 2009 hingga 2013.
Namun, laporan PAC itu tidak menyebut nama lain untuk diselidiki lebih mendalam atau menyinggung keterlibatan PM Najib yang saat ini merupakan dewan penasihat perusahaan.
Mundur
Najib dan manajemen 1MDB pun berulang kali membantah telah melakukan tindakan melawan hukum dalam skandal tersebut.
Dalam pernyataannya, Najib menegaskan akan bertindak berdasarkan rekomendasi laporan tersebut.
"Kami harus memastikan bahwa pelajaran telah diperoleh, dan tindakan akan dilakukan jika ada bukti kesalahaan," tegasnya, tapi menolak menjelaskan soal pembayaran mencurigakan tersebut.
Dewan direksi 1MDB melalui pernyataannya menegaskan bahwa semua pengeluaran dana lembaga itu telah dipertanggungjawabkan sepenuhnya.
Mereka menegaskan seluruh direksi akan mengundurkan diri sesuai rekomendasi komite tersebut.
Dalam beberapa bulan terakhir ini, Najib jatuh bangun menepis tudingan telah terlibat skandal korupsi dan mencuri miliaran dolar uang perusahaan itu.
Najib dituding menerima aliran dana dari 1MDB dan aliran dana misterius sebesar US$681 juta ke rekening pribadinya dari luar negeri.
Berbagai kritik menyebutkan 1MDB telah melakukan penggelapan dana secara besar-besaran yang membentang dari Timur Tengah hingga Cayman, termasuk membiayai sejumlah proyek pembangunan di Malaysia, dan dana kampaye.
Otoritas di Swiss, Amerika Serikat, Singapura, dan Hong Kong saat ini menyelidiki aliran dana ke sejumlah negara yang terkait dengan 1MDB. (AFP/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved