Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Cruz Jegal Trump di Wisconsin

Haufan Hasyim Salenge
07/4/2016 05:00
Cruz Jegal Trump di Wisconsin
(AFP/Wisconsin Scott Olson)

SENATOR Texas, Ted Cruz, meraih kemenangan signifikan atas Donald Trump dalam pemilihan pendahuluan (primary) bakal calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, di Negara Bagian Wisconsin, Selasa (5/4) waktu setempat.

Kemenangan penting itu memberi napas baru bagi Cruz untuk bersaing dengan Trump, yang sejauh ini masih memimpin dalam jumlah delegasi.

Sebaliknya, kekalahan Trump mempersempit peluang miliarder realestat itu untuk merengkuh tiket nominasi partai.

"Malam ini merupakan sebuah titik balik, ini merupakan seruan bagi rakyat Amerika," ungkap Cruz di hadapan para pendukungnya di Milwaukee.

"Kami menang karena kami menyatukan Partai Republik," tegasnya.

Mengutip data BBC yang terakhir kali diperbaharui kemarin, Cruz sejauh ini mengumpulkan 514 delegasi dari rangkaian primary di sejumlah negara bagian sejak beberapa bulan terakhir.

Sementara itu, Trump mendulang sokongan dari 740 delegasi.

Meski jumlah delegasi Cruz masih berada jauh di bawah Trump, kemenangannya di Wisconsin yang meraup hampir keseluruhan 42 delegasi, membuat politikus asal Texas itu berhasil 'memotong' optimisme Trump untuk memenangi 1.237 delegasi yang diperlukan untuk mengamankan nominasi Republik pada Juli nanti.

"Trump harus meraih setiap delegasi untuk sampai ke 1.237, dan malam ini merupakan kemunduran yang signifikan," ujar analis veteran pemilu Larry Sabato dari Universitas Virginia kepada AFP.

Peluang Cruz untuk memenangi nominasi cukup sulit, tetapi para pemimpin atau elite Partai Republik banyak yang tidak menyukai Trump dan berusaha mendepak sang miliarder dari kandidat partai.

Mereka khawatir Trump akan menjadi kandidat yang lemah pada pemilihan umum pada November mendatang dalam berhadapan dengan kandidat Partai Demokrat.

Sikap kontroversial sang taipan asal New York itu juga dipandang dapat membahayakan posisi anggota parlemen Partai Republik.

Jajak pendapat menunjukkan Trump sangat tidak populer di kalangan konstituen kunci, termasuk kaum perempuan, warga keturunan Amerika Latin, dan kalangan muda.

Saat mengomentari kekalahannya, Selasa (5/4), Trump menyatakan optimismenya akan berhasil meraih tiket nominasi Republik meski meraih hasil buruk di pemilu pendahuluan.

Seperti biasanya, ia kembali menyerang para rivalnya.

"Ted Cruz lebih buruk daripada boneka. Ia merupakan kuda Trojan, yang digunakan oleh bos-bos partai untuk mencoba mencuri nominasi," kata Trump dalam sebuah pernyataan.

Clinton kalah

Tren buruk yang dialami Trump juga menimpa kandidat pelopor Partai Demokrat, Hillary Clinton.

Mantan Menteri Luar Negeri kabinet Presiden Barack Obama itu kalah dari Senator Bernie Sanders dalam primary di Negara Bagian Midwestern.

Kemenangan itu memberi Sanders amunisi baru untuk menatap pemilihan kunci mendatang di New York dan Pennsylvania.

Namun, hasil postif itu secara proporsional tidak mendatangkan keuntungan yang signifikan, sebab dalam hal jumlah delegasi, Clinton masih memimpin dengan 1.743 delegasi, sedangkan Sanders beroleh 1.056 delegasi. (AP/AFP/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya