Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Gencatan Senjata Diberlakukan

AFP
06/4/2016 05:00
Gencatan Senjata Diberlakukan
(AFP/VAHAN STEPANYAN)

OTORITAS Azerbaijan dan kelompok separatis Armenia di Nagorno-Karabakh, Kaukasus Selatan, bersepakat untuk melakukan gencatan senjata sekaligus mengakhiri aksi baku tembak yang telah menewaskan 64 orang.

Kelompok pemberontak Baku dan Karabakh membenarkan tak lagi terjadi pertempuran sengit di wilayah sengketa yang diklaim Azerbaijan dan separatis Armenia.

“Aksi militer sudah berhenti pada Selasa (5/3) pukul 12.00 waktu setempat,” ujar Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Azerbaijan dalam pernyataannya.

Pihak Kemenhan Azerbaijan juga mengonfirmasi pernyataan dari kelompok separatis Armenia yang sebelumnya sudah mengeluarkan pernyataan serupa. “Kesepakatan gencatan senjata dengan Azerbaijan sudah kita capai,” ujar juru bicara Kemenhan Armenia kepada AFP.

Sebelumnya aksi baku tembak terjadi antara tentara Azer baijan dan Armenia di Na gorno-Karabakh, wilayah sengketa di Kaukasus Selatan.

Presiden Armenia Serzh Sarkisian mengatakan insiden baku tembak itu ialah yang terbesar di antara kedua negara pecahan Uni Soviet tersebut sejak gencatan senjata berakhir pada 1994.

Wilayah Nagorno-Karabakh sendiri telah berada dalam kendali etnik separatis Armenia. Namun, secara internasional, wilayah itu masuk wilayah kedaulatan Azerbaijan.

Akibat insiden itu dilaporkan pasukan separatis Nagorno-Karabakh kehilangan 20 prajuritnya dan 72 prajurit lainnya terluka. Kedua belah pihak bersengketa saling menyalahkan atas perang yang terjadi baru-baru ini.

Prancis, Rusia, dan Amerika Serikat (AS) menyeru kepada kedua pihak yang bersengketa untuk mengakhiri pertempuran.
Bentrokan terjadi di garis gencatan senjata 1994 yang disepakati Azerbaizan dan kelompok separatis Armenia.

Dalam kesepakatan gencatan senjata 1994, posisi pasukan separatis yang didukung Armenia berada di kaki pegunungan Karabakh, sedangkan pasukan Azerbaijan yang berada dalam posisi defensif berada di dataran rendah sekitar Karabakh.

Dalam aksi baku tembak itu militer Azerbaijan dan separatis dukungan Armenia saling menyerang dengan tembakan tank, helikopter, sistem peluru kendali, dan artileri.

Juru bicara Ke menterian Luar Negeri Azerbaijan, Hikmat Hajiyev, mengatakan dengan adanya gencatan senjata, pasukan Armenia harus mundur dari semua wilayah Azerbaijan yang diduduki, sejalan dengan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Konflik pertama kali meletus pada 1988. Ketika itu, kelompok separatis dukungan Armenia menyatakan kemerdekaan dari Azerbaijan dan menyatakan bergabung dengan Armenia. (AFP/Ths/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya