Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITAS federal mencari seorang perempuan, Riley June Williams, yang mengambil laptop dari kantor Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi saat penyerbuan di Gedung Capitol, awal bulan ini.
Dalam surat perintah penangkapan Williams, Minggu (17/1), FBI mengatakan perempuan tersebut didakwa karena memasuki Capitol secara ilegal.
Pejabat FBI mengatakan penelepon yang mengaku sebagai mantan Williams mengatakan teman-temannya menunjukkan video saat Williams mengambil laptop atau hard drive dari kantor Pelosi.
Baca juga: Publik Menunggu Pidato Joe Biden
Penelepon tersebut menuduh Williams bermaksud mengirim perangkat itu ke seorang teman di Rusia yang berencana menjualnya ke dinas intelijen luar negeri negara tersebut.
Tetapi, rencana itu gagal dan kemungkinan dia menyimpan perangkat tersebut atau telah menghancurkannya.
FBI mengatakan masalah itu masih dalam penyelidikan.
Wakil kepala staf Pelosi, Drew Hammill, mengonfirmasi pada 8 Januari bahwa sebuah laptop diambil dari ruang konferensi, tetapi menurutnya laptop tersebut hanya digunakan untuk presentasi.
Ibu Williams, yang tinggal bersamanya di Harrisburg, Pennsylvania, mengatakan kepada wartawan bahwa putrinya tiba-tiba tertarik pada politik Donald Trump dan papan pesan sayap kanan.
“Ayahnya, yang tinggal di Camp Hill, mengatakan kepada petugas penegak hukum setempat bahwa dia dan putrinya pergi ke Washington pada hari protes tetapi tidak tinggal bersama, bertemu kemudian untuk kembali ke Harrisburg,” kata FBI.
Pejabat FBI yakin Williams telah melarikan diri. Ibunya mengatakan kepada penegak hukum setempat bahwa putrinya mengemasi tas dan pergi. Dia mengaku akan pergi selama beberapa minggu.
“Dia juga mengubah nomor teleponnya dan menghapus sejumlah akun media sosial,” tandas FBI. (The Guardian/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved