Kamis 19 November 2020, 03:30 WIB

Vaksin Covid-19 Sinovac Picu Respons Imun Cepat

Mediaindonesia.com | Internasional
Vaksin Covid-19 Sinovac Picu Respons Imun Cepat

AFP
Ilustrasi peneliti saat mengembangkan vaksin covid-19 di laboratorium.

 

Vaksin Covid-19 eksperimental Sinovac Biotech, CoronaVac, memicu respons kekebalan yang cepat, tetapi tingkat antibodi yang dihasilkan lebih rendah  pada orang yang telah pulih dari penyakit tersebut, berdasarkan hasil uji pendahuluan yang dirilis Rabu (18/11).

Sementara uji coba tahap awal hingga pertengahan tidak dirancang untuk menilai kemanjuran CoronaVac, para peneliti mengatakan itu dapat memberikan perlindungan yang cukup, berdasarkan pengalaman mereka dengan vaksin lain dan data dari studi praklinis dengan kera.

Temuan Sinovac, yang diterbitkan dalam makalah di jurnal medis The Lancet Infectious Diseases, berasal dari hasil uji klinis Fase I dan Fase II di Tiongkok yang melibatkan lebih dari 700 peserta.

"Penemuan kami menunjukkan bahwa CoronaVac mampu memicu respons antibodi yang cepat dalam empat minggu setelah imunisasi dengan memberikan dua dosis vaksin pada interval 14 hari," kata Zhu Fengcai, salah satu penulis makalah tersebut.

"Kami yakin ini membuat vaksin ini cocok untuk penggunaan darurat selama pandemi," kata Zhu dalam pernyataan yang diterbitkan di samping surat kabar itu.

Para peneliti mengatakan temuan dari studi besar tahap akhir, atau uji coba Fase III, akan sangat penting untuk menentukan apakah respons kekebalan yang dihasilkan oleh CoronaVac cukup untuk melindungi orang dari infeksi virus korona.

Sinovac saat ini menjalankan tiga uji coba Tahap III di Indonesia, Brazil, dan Turki.

Hasilnya harus diinterpretasikan dengan hati-hati sampai hasil Tahap III dipublikasikan, kata Naor Bar-Zeev, seorang profesor dari Universitas Johns Hopkins yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.

“Tetapi meski begitu, setelah uji coba Tahap III selesai dan setelah perizinan, kita harus tetap berhati-hati,” ujarnya.

Studi ini menyusul berita optimistis dari pembuat obat asal Amerika Serikat, Pfizer dan Moderna, serta Rusia yang menunjukkan vaksin eksperimental mereka lebih dari 90 persen efektif untuk mencegah covid-19 berdasarkan data sementara dari uji coba tahap akhir.

CoronaVac dan empat vaksin eksperimental lainnya yang dikembangkan di Tiongkok saat ini sedang menjalani uji coba tahap akhir untuk menentukan keefektifannya dalam mencegah covid-19. (Ant/OL-12)

Baca Juga

AFP

Zelenskyy Ingin Bertemu Putin agar Perang Berakhir

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 27 Mei 2022, 19:31 WIB
Zelenskyy mengungkapkan sejumlah cara telah dilakukan Ukraina untuk menghentikan agresi Rusia. Pihaknya tidak pernah absen membawa tawaran...
SERGEY BOBOK / AFP

Jika Krisis Pangan Meluas, Zelenskyy: Salahkan Rusia

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 27 Mei 2022, 18:23 WIB
Ia mengatakan dampak serangan Rusia yang belum berhenti sejak 24 Februari 2022 telah menghancurkan pasokan perdagangan...
Matt Dunham / POOL / AFP

Zelenskyy Harap G20 Hentikan Agresi Rusia

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 27 Mei 2022, 18:13 WIB
Namun Zelenskyy mengaku tidak bisa hadir ke forum tersebut secara langsung. Sebagai presiden dan panglima tertinggi harus tetap berada di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya