Kamis 12 November 2020, 00:40 WIB

Ribuan Orang Filipina Mengungsi Jelang Topan Vamco

Ribuan Orang Filipina Mengungsi Jelang Topan Vamco

AFP
Topan Vamco landa Filipina

 

PIHAK berwenang di Filipina, Rabu (11/11), memerintahkan ribuan penduduk di komunitas pesisir timur untuk mengungsi menjelang kedatangan topan Vamco, hanya beberapa minggu setelah negara itu dilanda badai paling kuat yang tercatat di mana pun di dunia tahun ini.

Vamco, yang membawa angin berkelanjutan dengan kecepatan 125 kilometer per jam (78 mil per jam) dan hembusan hingga 155 kilometer per jam (96,3 kilometer per jam), akan mendarat pada Rabu malam dan merupakan badai tropis ke-21 yang melanda Filipina tahun ini.

“Kami baru dalam pemulihan 1% dan kemudian datang topan lagi. Kami sekarang merasakan angin kencang dan hujan,” kata Joseph Cua, Gubernur Provinsi Catanduanes, kepada stasiun radio DZMM.

Provinsi Pulau Catanduanes dan Albay di dekatnya, keduanya di tenggara ibu kota Manila, mengalami serangan topan Goni pada akhir Oktober. Topan kategori 5 itu menewaskan 25 orang dan menyebabkan 6 hilang. Sementara itu, Vamco akan mendarat di Pulau Polillo pada Rabu malam dan menghantam provinsi penghasil beras di utara ibu kota sebelum keluar dari pulau utama Filipina, Luzon, pada Kamis, kata Chris Perez, peramal cuaca negara.

Warga di komunitas pesisir, yang memperkirakan gelombang badai setinggi tiga meter (sembilan kaki), diperintahkan untuk meninggalkan rumah mereka, kata Cristina Bosque, Wali Kota Polillo.


Pecahkan rekor

Musim badai tahun ini telah mencatat rekor 29 badai tropis yang mendatangkan malapetaka di tenggara Amerika Serikat, Karibia dan Amerika Tengah, kata para ahli pada Selasa (10/11).

Badai siklon, yang diberi status bernama di Atlantik ketika kecepatan angin melebihi 62 km/jam, telah menyebabkan ribuan orang mengungsi dan menyebabkan kerusakan hampir US$20 miliar.

Pusat Badai Nasional AS men-tweet bahwa badai tropis Theta telah menjadi peristiwa ke-29 yang diberi nama musim ini. Itu mengalahkan rekor sebelumnya, yaitu 28 pada 2005 - tahun badai Katrina menghancurkan New Orleans. NHC bahkan terpaksa beralih ke alfabet Yunani setelah badai tahun 2020 menghabiskan daftar nama Latinnya.

Para ahli menyebut perubahan iklim memicu peningkatkan suhu laut, membuat siklon lebih kuat. “Saat kita terus menghangatkan planet di Atlantik tropis, ada lebih banyak energi untuk memicu badai tropis dan angin topan yang lebih banyak dan lebih kuat,” kata Michael Mann, Direktur Pusat Sains Sistem Bumi di Universitas Negeri Pennsylvania. (Van/AlJazeera/AFP/I-1)
 

Baca Juga

PETIT TESSON / POOL / AFP

Uni Eropa akan Buka Misi Diplomatik Bersama di Afghanistan

👤Mediaindonesia 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 17:30 WIB
Barat telah lama mencari cara untuk terlibat dengan Taliban setelah kelompok itu mengambil alih kekuasaan di Afghanistan pada...
Hector RETAMAL / AFP

Taliban Keluarkan Dekrit Wanita Tidak Boleh Dipaksa Menikah

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 14:38 WIB
Pemerintah Taliban Afghanistan mengeluarkan dekrit tentang hak-hak perempuan yang menyatakan bahwa perempuan tidak boleh dianggap...
AFP/US Marshals.

Polisi Cari Orangtua Tersangka Penembakan di Sekolah Michigan

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 14:08 WIB
Tidak seperti beberapa negara bagian, Michigan tidak secara hukum mewajibkan pemilik senjata untuk mengamankan senjata api mereka dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya