Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

KBRI: Tidak Ada WNI Menjadi Korban Serangan Bom Brussels

Anton Kustedja
23/3/2016 00:04
KBRI: Tidak Ada WNI Menjadi Korban Serangan Bom Brussels
(Foto Istimewa)

KEDUTAAN Besar Republik Indonesia (KBRI) di Brussels, Belgia, menyatakan hingga sejauh ini belum ada warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban serangan bom yang menghantam dua lokasi di kota itu.

Hal itu disampaikan Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI Lalu Muhammad Iqbal dalam rilisnya yang diterima Mediaindonesia.com, Selasa (22/3) malam.

Berdasarkan data Kemenlu, terdapat sekitar 1.630 WNI di Brussels dan Luksemburg. Namun, hingga saat ini, tidak ada WNI yang menjadi korban aksi teror tersebut.

Dilaporkan pihak KBRI, pada Selasa (22/3) sekitar pukul 8.00 waktu setempat telah terjadi dua ledakan di main departure hall di Zaventem Airport, Brussels. Jarak antara Bandara Zaventem dengan KBRI Brussels sekitar 10 kilometer atau 15 menit dengan kendaraan. Pemerintah Belgia juga telah menetapkan status siaga 4 (paling berbahaya).

Sejauh ini, KBRI mendapat laporan 17 orang tewas (34 orang berdasarkan laporan media-media asing) serta puluhan orang terluka. Sejumlah saksi menyebutkan ledakan terjadi di dekat konter American Airlines di ruang keberangkatan.

Saksi juga menyebut beberapa saat sebelum kejadian, sempat terdengar letupan senjata api dan teriakan dalam bahasa Arab. Otoritas bandara telah mengamankan lokasi dan mendirikan crisis center.

Saat ini, Bandara Zaventem dalam status lockdown, adapun otoritas bandara mengalihkan seluruh kedatangan ke Antwerp. Seluruh jalur kereta ke bandara juga dihentikan sementara. Bandara Charleroi sekitar satu jam dari Brussels juga dijaga ketat pasukan keamanan, namun belum dilaporkan adanya insiden.

Pascaledakan di bandara, dilaporkan pula ledakan di Stasiun Metro Maelbeek, tidak jauh dari kawasan Komisi Eropa dan Parlemen Eropa. Jarak antara Bandara Zaventem dan stasiun tersebut sekitar 14 km dan 6,5 km dari KBRI Brussels. Akibat peristiwa ini, stasiun pusat Gare Central dievakuasi.

Sebagai informasi tambahan dari KBRI, polisi federal Belgia masih memburu satu orang tersangka serangan Paris yang bernama Najim Laachraoui. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya