Jumat 11 September 2020, 01:45 WIB

Trump Akui soal Covid-19

Faustinus Nua | Internasional
Trump Akui soal Covid-19

AFP
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

 

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengakui sudah mengetahui betapa mematikan dan menularnya covid-19 sejak Februari lalu. Namun, dia memilih tidak membesarkan masalah itu agar tidak terjadi kepanik an di negaranya.

Ini terungkap dalam rekaman wawancara Trump untuk naskah buku baru berjudul Rage dan ditulis oleh jurnalis veteran Bob Woodward, yang diperoleh oleh CNN dan The Washington Post. 

Woodward sendiri melakukan 18 kali wawancara dengan Trump untuk buku yang akan dirilis pada 15 September tersebut. “Saya ingin selalu mengecilkannya karena saya tidak ingin membuat panik,” kata Trump kepada Woodward pada 19 Maret beberapa hari setelah dia menyatakan darurat nasional di AS.

Dalam wawancara lainnya pada 7 Februari, Trump menyatakan virus itu berpindah melalui udara meski kemudian dia berulangkali mengejek orang-orang yang memakai masker. Trump baru terlihat memakai masker di depan umum pada Juli.

Muncul delapan pekan sebelum pilpres pada 3 November, pengakuan ini menjadi tekanan baru bagi Trump. Hasil jajak pendapat  mengatakan, sekitar dua pertiga warga AS tidak menyetujui cara Trump dalam mengatasi virus. 

Trump juga kerap dituding mengecilkan masalah itu demi menjaga kesempatan nya terpilih kembali sebagai presiden. Gedung Putih kemarin membantah Trump dengan sengaja menyesatkan orang Amerika tentang virus itu. “Presiden tidak pernah meremehkan virus itu,” kata sekretaris pers Gedung Putih, Kayleigh McEnany.

Sementara itu, Trump mengecam buku itu sebagai upaya pembunuhan politik. Baginya, mengecilkan masalah covid-19 ialah cara untuk mencegah kecemasan. AS sendiri mengalami jumlah kematian tertinggi di dunia akibat virus korona baru. 

Jumlah warga AS yang meninggal mencapai 190 ribu pada pekan ini bersamaan dengan terjadinya lonjakan kasus di wilayah barat. Negara bagian seperti Iowa dan South Dakota muncul sebagai pusat penyebaran baru dalam beberapa minggu terakhir. 


Kecaman Biden

Calon presiden AS dari Partai Demokrat, Joe Biden, menuduh Trump mengkhianati rakyat Amerika dan lalai dari tugas karena sengaja berbohong tentang bahaya covid-19.

“Trump tahu dan sengaja mengecilkannya. Lebih buruk lagi, dia berbohong kepada rakyat Amerika,” kata Biden dalam pidatonya di Michigan.

“Sementara penyakit mematikan ini melanda bangsa kita, Trump gagal melakukan pekerjaannya. Itu ialah pengkhianatan dan melalaikan tugas, sebuah aib,” tegas Biden.

Biden sendiri mengunjungi negara bagian Michigan yang menjadi rumah bagi industri otomotif AS untuk memperkenalkan proposal baru soal pajak bagi perusahaan-perusahaan yang memindahkan usaha mereka ke luar negeri.

Biden dan Trump saat ini terus meningkatkan upaya untuk meraih banyak dukungan di mingguminggu terakhir menuju pemilihan. Selama pandemi virus korona baru, kampanye tradisional menjadi mustahil untuk dilakukan. (AFP/X-11)

Baca Juga

JOSHUA ROBERTS / AFP

Pembawa Acara TV dan Radio Legendaris Larry King Tutup Usia

👤Adiyanto 🕔Sabtu 23 Januari 2021, 22:50 WIB
lKing telah berjuang melawan covid-19 selama berminggu-minggu dan telah menderita beberapa masalah kesehatan dalam beberapa tahun...
 ANTARA Foto/Faizal

Malaysia Catat Angka Tertinggi Covid-19 Sebanyak 4.275 Kasus

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 23 Januari 2021, 21:28 WIB
Negara Bagian Selangor terus mencatatkan penambahan kasus harian tertinggi yaitu sebanyak 1.421 dalam tempo 24...
AFP/NICOLAS ASFOURI

Setahun Paska Penguncian Wilayah di Wuhan

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 23 Januari 2021, 18:00 WIB
Di Tiongkok, pihak berwenang telah melaporkan kurang dari 5.000 kematian akibat virus itu, sebagian besar dari Wuhan pada awal...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya