Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

KBRI Moskow Ajak Pemuda Rusia Cintai Indonesia

MI
09/9/2020 02:55
KBRI Moskow Ajak Pemuda Rusia Cintai Indonesia
Pertemuan informal antara sejumlah pemuda Rusia dengan KBRI Moskow.(Dok KBRI Moskow  )

CUACA senja sore itu di Moskow, Rusia, cerah. Puluhan generasi muda Rusia berkumpul menikmati suasana sore hari untuk mengenal dan mencintai Indonesia di taman KBRI Moskow, Senin (7/9). 

Para peserta yang datang disuguhi hidangan kuliner khas Indonesia, soto ayam. Warga Rusia ini mempelajari budaya Indonesia dengan penuh semangat. Mereka tidak mengenal lelah sepulang bekerja atau kuliah dan di saat musim dingin bersalju sekalipun.

Seperti Linara Sabirova bekerja di maskapai Aerofl ot, Nadezhda Ulumbekova ialah pemilik sekolah batik Moskow, Polina Popova bekerja di kantor berita Regnum, dan Julie Ryzhaya bekerja di Rosatom. 

Ada juga yang bekerja di agen pariwisata yang memiliki hubungan kerja dengan Indonesia. Pertemuan ini sekaligus menandakan dimulainya kembali kegiatan pembelajaran kursus kelas bahasa Indonesia, kelas tari tradisional Indonesia, dan kelas gamelan di KBRI Moskow. 

Kegiatan itu, tentu saja, juga memperhatikan protokol kesehatan.  KBRI Moskow mengajak pemuda Rusia untuk mengenal dan mencintai Indonesia. Ajakan itu disampaikan oleh Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Moskow yang juga Wakil Duta Besar dalam pertemuan informal di taman KBRI Moskow, Senin (7/9).

Pertemuan dihadiri oleh 46 orang generasi muda Rusia yang memiliki ketertarikan terhadap Indonesia. Mereka mendalami seni budaya, termasuk bahasa Indonesia di KBRI Moskow.

“Kita siapkan tempat ruangan khusus untuk belajar bahasa Indonesia, tarian, dan gamelan. Ruang serba guna yang baru direnovasi tidak hanya dapat digunakan untuk latihan menari, tetapi juga untuk pertemuan, diskusi, atau pemutaran fi lm,” kata Azis Nurwahyudi.

Tahun ini Indonesia dan Rusia memperingati 70 tahun hubungan diplomatik dan kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan kegiatan 70 tahun hubungan diplomatik tersebut. 

Azis Nurwahyudi menambahkan bahwa KBRI Moskow akan merancang kegiatan-kegiatan lainnya, seperti pertunjukan wayang kulit dan gamelan dalam waktu dekat di KBRI Moskow.

“Saya merasa bahagia saat bermain gamelan dan saya merindukan kembali kelas gamelan,” kata Julie Ryzhaya yang sudah mahir bermain gamelan dan menyinden. 

Julie bersama teman-temannya tidak dapat bermain gamelan sementara waktu karena situasi pandemi covid-19. Inga Gnedo mengusulkan adanya kelas seni kriya dan membatik.

Sementara itu, Vladislav Pavlov menginginkan adanya kelas pencak silat dan Danil Khryapin mengusulkan kelas khusus yang mengulas sejarah dan perkembangan hubungan Indonesia dengan Rusia.  Terdapat juga peserta yang menginginkan adanya kelas pengenalan kuliner Indonesia. (RO/Hym/I-1)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya