Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Tim Medis RS Jerman Tunjukkan Navalny Diracun

MI
26/8/2020 02:10
Tim Medis RS Jerman Tunjukkan Navalny Diracun
Politikus oposisi Rusia terkemuka Alexeic Navalny(AFP)

RUMAH sakit Jerman yang merawat politikus oposisi Rusia terkemuka Alexeic Navalny mengatakan tes menunjukkan dia diracun.

Rumah Sakit Charite di Berlin mengatakan dalam sebuah pernyataan, Senin (24/8), tim dokter yang telah memeriksa pria berusia 44 tahun itu sejak dia dirawat pada Sabtu telah menemukan adanya inhibitor asetilkolinesterase (sering disingkat AChEI) atau antikolinesterase di sistem tubuhnya.

Inhibitor asetilkolinesterase adalah bahan kimia atau obat yang menghambat enzim asetilkolinesterase yang memecah asetilkolin. Tim dokter mengatakan saat ini zat spesifi knya belum diketahui.

Rumah sakit mengatakan, “Pasien berada di unit perawatan intensif dan masih dalam keadaan koma. Kesehatannya serius tetapi saat ini tidak ada bahaya akut bagi hidupnya.”

Inhibitor asetilkolinesterase adalah sekelompok senyawa kimia yang digunakan dalam segala hal mulai senjata kimia hingga pestisida. Kanselir Jerman Angela Merkel meminta Rusia untuk menyelidiki sepenuhnya dugaan keracunan kritikus Kremlin itu. 

Ia mengatakan mereka yang bertanggung jawab harus diidentifikasi dan dimintai pertanggungjawaban. “Mengingat peran penting Navalny dalam oposisi politik di Rusia, pihak berwenang di sana sekarang diminta segera untuk menyelidiki tindakan ini hingga detail terakhir dan dalam transparansi penuh,” ujar Merkel dalam pernyataan bersama dengan Menteri Luar Negeri Heiko Maas.

Keduanya juga mengungkapkan harapan Navalny akan sembuh total dan menyampaikan harapan terbaik mereka kepada keluarganya. Navalny, pengkritik keras Presiden Vladimir Putin, dibawa ke ibu kota Jerman dari Siberia, tempat dia jatuh sakit dalam penerbangan yang menurut dokter Rusia disebabkan kelainan metabolisme.

Dia dilarikan ke perawatan intensif pada Kamis setelah pesawatnya melakukan pendaratan darurat di Kota Omsk di Siberia. Para ajudan mengatakan mereka yakin racun diberikan kepada tokoh oposisi paling terkenal Rusia dalam secangkir teh, dan mereka menyalahkan Presiden Putin di balik peristiwa itu.

Namun, pejabat kesehatan Rusia mengatakan, pada Senin, Navalny telah dites negatif untuk penghambat kolinesterase ketika dia dirawat di rumah sakit di Omsk pada minggu lalu. Bertentangan dengan diagnosis yang dibuat dokter Jerman yang merawatnya di Berlin. (Al Jazeera/Hym/I-1)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya