Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Ribuan Warga Tuntut Netanyahu Mundur

MI
10/8/2020 03:15
Ribuan Warga Tuntut Netanyahu Mundur
Unjuk rasa di Israel(AFP)

RIBUAN demonstran kembali memenuhi jalan-jalan di dekat kediaman resmi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. 

Ini merupakan unjuk kekuatan terbaru dalam protes berminggu-minggu yang menyerukan pengunduran diri Netanyahu. Para pengunjuk rasa marah terhadap lemahnya penanganan pemerintah atas krisis virus korona. Mereka juga mengatakan Netanyahu tidak boleh tetap menjabat karena sedang diadili atas tuduhan korupsi.

Di Jerusalem Tengah, para pengunjuk rasa mengibarkan bendera Israel, meniup trompet, dan meneriakkan slogan-slogan anti-Netanyahu. Beberapa orang memegang poster yang bertuliskan ‘Perdana Menteri Kriminal’.

Mereka juga berpakaian seperti makhluk dari luar angkasa untuk mengejek komentar putra Netanyahu, Yair, yang menyebabkan keributan publik belum lama ini karena mendeskripsikan para demonstran sebagai alien atau makhluk luar angkasa.

Situs berita Al Jazeera, kemarin, melaporkan unjuk rasa di Jerusalem terus berlangsung. Aksi protes juga digambarkan sebagai unjuk rasa substansial yang sangat ramai.

“Sekali lagi, tampaknya unjuk rasa didominasi kelompok kiri Israel. Kami melihat bendera hitam dari gerakan prodemokrasi, anti-Netanyahu, dan kelompok lainnya yang telah lama memprotes jabatan perdana menteri. Mereka mengatakan Netanyahu harus mundur karena faktanya dia sedang diadili,” tulis situs tersebut.

Meskipun Netanyahu mencoba meremehkan aksi protes tersebut, unjuk rasa itu ialah yang terbesar sejak protes meletus pada 2011. Warga saat itu turun ke jalan memprotes biaya hidup yang tinggi di Israel.

Setelah bergerak cepat untuk menahan penyebaran virus korona awal tahun ini, para kritikus percaya Israel membuka kembali ekonominya terlalu cepat. Negara itu sekarang menghadapi lonjakan infeksi kasus yang dikonfirmasi telah melampaui 82 ribu, termasuk 592 kematian sedangkan pengangguran melonjak hingga lebih dari 20%.

Para pekerja mandiri yang bisnisnya dirugikan di tengah kejatuhan ekonomi akibat pandemi, juga bergabung dalam aksi protes terbaru kali ini. (Hym/X-11)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya