Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mulai menyalurkan bantuan kemanusiaan ke tiga kota yang dikuasai kelompok pemberontak di bagian timur ibu kota Suriah, Damaskus.
Akses bantuan kembali dibuka setelah pemberlakukan gencatan senjata yang diusung Rusia dan Amerika Serikat (AS).
Sebelum memasuki Kota Ghouta, Koordinator Bantuan PBB Yacoub El Hillo mengatakan bantuan kemanusiaan diberikakan kepada masyrakat Suriah berupa bahan makanan, obat-obatan, dan produk nutrisi untuk anak-anak.
PBB mengirim bantuan kemanusiaan dengan diangkut 23 truk.
Bantuan tersebut diharapkan dapat diterima 20 ribu warga Suriah yang dilaporkan mengalami kelaparan dan kekurangan makanan di Kota Saqba, Ain Tarma, dan Hamzeh.
"Proses pengiriman ini akan terus berlanjut untuk waktu-waktu ke depan, dan kami benar-benar siap bersama dengan mitra kami untuk memanfaatkan kondisi tenang ini (gencatan senjata)," kata Hillo kepada wartawan, kemarin.
Wilayah Ghouta dikepung pasukan propemerintah sejak 2013. Sejak pemberlakuan gencatan senjata yang dimulai Sabtu (5/3), kondisi wilayah tersebut relatif tenang dan tidak lagi terjadi baku tembak.
Hillo mengatakan harapannya bahwa selama gencatan senjata pihaknya bisa mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada 154 ribu warga Suriah lainnya dalam lima hari mendatang.
Sementara itu, Komite Tinggi Negosiasi (HNC), kelompok oposisi, mengkritik PBB dan pemerintah Suriah yang dinilai hanya memberikan bantuan kemanusiaan di wilayah tertentu.
Utusan khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, mengharapkan gencatan senjata akan menjadi jalan proses pembicaraan damai yang akan digelar 10 Maret mendatang.
Namun, pihak oposisi tetap menginginkan Bashar al-Assad mundur. (AFP/Ths/I-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved