Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Tiongkok Xi Jinping tegas menyatakan penolakannya atas upaya apa pun dalam rangka perjuangan kemerdekaan Taiwan.
Pernyataan tersebut ditegaskan Xi untuk pertama kalinya setelah Taiwan memilih presiden baru, Tsai Ing-wen, pada Januari lalu.
Berbicara kepada delegasi pertemuan tahunan parlemen Tiongkok, Xi mengatakan tidak akan mundur terhadap desakan Taiwan yang menuntut kemerdekaan.
Tiongkok masih menilai Taiwan sebagai salah satu provinsinya.
"Kami akan tegas terhadap kegiatan separatis dalam bentuk apa pun," kata Xi seperti dikutip kantor berita pemerintah Xinhua.
"Kami akan menjaga kedaulatan dan integritas teritorial negara dan tidak pernah membiarkan tragedi sejarah pemisahan nasional terjadi lagi."
Terpilihnya Tsai Ing-wen dari Partai Progesif Demokratik sebagai presiden dengan dukungan mayoritas legislatif telah menjadi persoalan bagi hubungan diplomatik antara Beijing dan Taiwan.
Berdasarkan sejarah, Taiwan menjadi koloni Jepang selama 50 tahun. Kemudian menjadi bagian Tiongkok pada 1945.
Namun, Taiwan terpecah lagi pada 1949 setelah perang saudara.
Chiang Kai-shek dari Partai Kuomintang menguasai Taiwan dan memisahkan diri dari Tiongkok.
Dalam sambutannya, Xi menegaskan sikap Tiongkok bahwa pemerintah Taiwan harus menerima formulasi 1992.
Dengan rumusan tersebut, Taiwan merupakan bagian dari wilayah kedaulatan Tiongkok.
Dalam menanggapi tekanan dan ancaman Xi, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen yang baru dilantik dua bulan itu mengatakan pihaknya akan menjaga perdamaian dengan Tingkok dan mempertahankan status quo-nya.(AP/Ths/I-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved