Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Soliditas Anggota Menguat

Haufan Hasyim Salengke
07/3/2016 08:55
Soliditas Anggota Menguat
(ANTARA/Sigid Kurniawan)

SOLIDITAS negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) untuk mendukung kemerdekaan Palestina terus menguat selama berlangsungnya pembahasan dokumen hasil Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Ke-5 Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), kemarin.

"Yang dapat saya sampaikan, selama berlangsungnya negosiasi terlihat sangat jelas solidaritas, komitmen dan rasa persatuan dari negara-negara anggota OKI untuk mengarahkan membantu perjuangan rakyat Palestina," kata Menlu Retno Marsudi.

Menurut Menlu RI, masukan-masukan yang diberikan para delegasi negara anggota OKI untuk naskah dokumen hasil KTT LB ke-5 OKI itu lebih bersifat memberi penekanan dan memperjelas isi dokumen.

"Jadi, kalaupun ada masukan, itu lebih kepada upaya-upaya untuk memperkuat isi dari (naskah) dokumen-dokumen tersebut," ujarnya.

Menguatnya soliditas itu juga diungkapkan Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri Hasan Kleib.

Dia mengungkapkan posisi Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) solid dalam mendukung dan menyelesaikan masalah kemerdekaan Palestina.

"Dalam masalah Palestina, negaranegara anggota OKI itu sama-sama solid. (Di pertemuan) tadi saya tidak melihat adanya sesuatu masalah," ungkap Kleib, kemarin.

Dalam pertemuan itu, para pejabat tinggi OKI telah membahas prinsip-prinsip yang akan diadopsi ke dalam resolusi dan deklarasi bersama negara-negara anggota OKI, atau yang dikenal sebagai Deklarasi Jakarta.

Dalam deklarasi itu termuat langkahlangkah konkret bagi Palestina dan Al Quds (Jerusalem).

Dia menjelaskan usulan Indonesia untuk dokumen hasil berupa resolusi dan deklarasi disepakati Pertemuan Tingkat Pejabat Tinggi (SOM) dengan beberapa perubahan.

"Tidak ada yang fundamental, hanya ditambahi atau dikurangi setelah 'general debate' (debat umum) para kepala delegasi," katanya.

Indonesia mengusulkan dua dokumen sebagai hasil KTT-LB ke-5 OKI tentang Palestina dan Al Quds, yakni resolusi yang akan berisi pernyataan sikap fundamental OKI terhadap Palestina dan deklarasi berupa langkah konkret OKI untuk membantu Palestina.

Dukungan penuh terhadap kemerdekaan Palestina juga diungkapkan dalam pertemuan bilateral antara menlu negara anggota.

Dalam pertemuan Menlu Retno dengan Menlu Afghanistan, Salahuddin Rabbani, keduanya sepakat negaranegara Islam harus lebih berperan dalam proses perdamaian Palestina-Israel.

Dukungan serupa juga ditunjukkan dalam pertemuan bilateral dengan sejumlah anggota OKI lainnya.

Momentum

KTT Luar Biasa OKI kali ini juga mengundang perwakilan dari lima negara anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dan dari The Quartet on the Middle East, yakni Amerika Serikat, Rusia, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan Uni Eropa.

Kehadiran perwakilan kuartet tersebut dan DK PBB tentunya akan membuat pertemuan puncak luar biasa OKI semakin mendapatkan momentum.

"Kalau besok ada anggota Dewan Keamanan dan The Quartet di dalam pertemuan, tentunya ada dua hal penting. Pertama, mereka akan langsung mendengar pandangan dan keinginan negara-negara OKI tentang permasalahan negara Palestina. Kedua, pada saat yang bersamaan mereka bisa menyampaikan perspektif mereka tentang masalah ini ke depannya," pungkas Kleib.(Aya/Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya