Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA Iran memberikan hak suara mereka dalam pemilihan parlemen yang digelar, kemarin.
Pemilihan itu menjadi batu ujian bagi program reformasi yang tengah dijalankan Presiden Hassan Rouhani.
Jika rakyat negeri itu memilih anggota-anggota parlemen pendukung Rouhani, hal itu akan membuka jalan bagi reformasi dalam negeri setelah ia berhasil mengikat kesepakatan nuklir dengan negara-negara adidaya.
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatolah Ali Khamenei, menjadi orang pertama yang memberikan suaranya.
Seusai memberikan suaranya, Khamenei menyerukan 55 juta warga Iran untuk segera menunaikan kewajiban dan menyalurkan hak suara mereka secepatnya.
"Setiap orang harus memilih. Mereka yang cinta Iran, mereka yang cinta Republik Islam, dan mereka yang cinta kejayaan dan kemegahan Iran," ujar Khamenei sesuai memberikan suara pada pukul 8.09 waktu setempat di Kota Teheran.
Meski mendukung Rouhani dalam pembicaraan nuklir dengan AS, Khamenei menegaskan akan tetap menolak infiltrasi ekonomi dan budaya dari negeri adidaya itu.
Di lain pihak, Rouhani, menegaskan akan melindungi keutuhan pemilu.
"Saya menjamin kepada rakyat bahwa pemerintah, kementerian dalam negeri, serta komisi pengawas dan seluruh sistem untuk melakukan yang terbaik dalam menggelar pemilu yang sehat dan sah," ujar Rouhani sesuai memberikan suara di Teheran.
Para kandidat anggota parlemen pendukung Rouhani yang dikenal sebagai 'Daftar Harapan' mewakili ambisi presiden 67 tahun itu dalam melakukan program reformasinya.
Mereka bisa mengambil alih keseimbangan kekuasaan di parlemen dan membuka jalan bagi diloloskannya sejumlah program reformasi Rouhani di parlemen Iran.
Selama ini program-program itu terus dijegal kubu konservatif.
"Jika kami menang, jalan itu makin mulus," ujar Mohammad Reza Aref, mantan wakil presiden saat pemerintah Presiden Mohammad Khatami yang berkuasa pada 1997-2005.
Total 4.844 kandidat yang 10% di antaranya ialah perempuan mencalonkan diri dalam pemilihan parlemen ini.
Dari jumlah itu, akan dipilih 290 anggota parlemen. Selain memilih anggota parlemen, pemilu itu juga akan memilih Dewan Ulama, yakni sebuah komisi yang terdiri dari 88 ulama.
Komisi yang sangat berpengaruh ini dipimpin oleh Khamenei. Jika Khamenei yang kini berusia 76 tahun meninggal, anggota Dewan Ulama akan memilih penggantinya.
Kampanye pemilihan parlemen kali ini yang digelar sepekan sebelumnya diwarnai kontroversi. Ribuan kandidat sebagian besar dari kubu reformis dikeluarkan dari daftar kandidat. (AFP/Hde/I-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved