Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
BAKAL calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Ted Cruz dan Marco Rubio, melepaskan rentetan serangan terhadap saingan mereka, Donald Trump, dalam debat Republik, Kamis (25/2) waktu setempat, di Houston, AS.
Serangan itu dalam upaya menjegal Trump yang sejauh ini unggul dalam perolehan suara pemilihan awal (primary) dan kaukus, yang menjadikan miliarder realestate itu berpotensi merebut tiket nominasi Republik.
Tiga kandidat saling menyerang dengan berbagai pernyataan paling panas dan masam dari seluruh siklus primary 2016.
Persaingan ketat itu datang menjelang 'Super Tuesday' pada 1 Maret, yaitu pemilihan multinegara bagian dalam satu waktu.
Cruz dan Rubio menuduh Trump akan mempekerjakan orang asing dan menantang komitmennya untuk prinsip-prinsip konservatif.
Namun, Trump secara keseluruhan debat menunjukkan keteguhan dan menepis setiap serangan.
Rubio, yang dipandang banyak orang sebagai penantang utama primary, tampil agresif terhadap Trump.
Adapun Cruz, ia ragu-ragu untuk menyerang Trump langsung pada kampanye.
Sebaliknya, Rubio tampak bersemangat untuk mengkritik saingannya selama debat di Houston.
Rubio mencaci Trump terkait isu imigrasi yang dikumandangkan di berbagai kesempatan.
Ia juga me-nyindir Trump soal mempekerjakan orang dari negara lain dalam jumlah besar.
Padahal, katanya, posisi itu dapat bisa diisi warga Amerika dalam proyek pembangunan yang dimilikinya.
Rubio merujuk pada artikel yang menggambarkan gugatan serikat pekerja terhadap Trump pada 1980.
Pasalnya Trump dituduh mempekerjakan 200 imigran ilegal dari Polandia untuk membangun Menara Trump di New York.
Rubio juga menuduh Trump memulai 'universitas palsu' yang menipu mahasiswa ribuan dolar.
Dengan terbuka, ia mengatakan seandainya ikon realestate tersebut tidak menerima warisan ayahnya yang kaya raya, mungkin saat ini ia sedang 'menjual jam tangan di Manhattan'.
Trump menyerang balik dengan keras.
"Aku sudah mempekerjakan puluhan ribu orang," katanya, menjawab tuduhan Rubio.
"(Namun) Anda belum mempekerjakan satu orang pun, Anda pembohong," tegasnya.
Cruz menyebut Trump di masa lalu ikut menggelontorkan dana untuk pihak Demokrat, termasuk mantan menteri luar negeri Hillary Clinton, mantan presiden Jimmy Carter, dan senator Chuck Shumer dan Harry Reid.
"Kita (Republik) tidak bisa memenangi pemilu ini dengan kandidat yang sepakat dengan Hillary Clinton," Cruz memperingatkan calon pemilih. (AFP/Hym/I-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved