Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

India dan Prancis Perpanjang Masa Lockdown

Nur Aivanni
15/4/2020 02:55
India dan Prancis Perpanjang Masa Lockdown
Suasana lockdown di India(AFP)

PERDANA Menteri India Narendra Modi mengatakan bahwa India akan memperpanjang masa penutupan wilayah atau lockdown setidaknya hingga 3 Mei untuk mengatasi dampak wabah virus korona baru (covid-19).

Masa lockdown terhadap 1,3 miliar populasi India selama tiga minggu sebelumnya dijadwalkan berakhir kemarin.

“Dari aspek ekonomi, kita telah membayar harga yang mahal. Namun, kehidupan rakyat India jauh lebih berharga,” kata Modi dalam pidato nasional, kemarin.

Jumlah kasus covid-19 di India berjumlah sekitar 10.000 kasus dan 339 kematian. Namun, banyak yang khawatir jumlahnya dapat meroket karena penduduk India yang padat dan dampaknya akan menghancurkan sistem pelayanan kesehatan di India.

Beberapa ahli juga mengatakan bahwa India belum melakukan tes covid-19 yang cukup dan jumlah infeksi yang sebenarnya jauh lebih tinggi. Beberapa negara bagian, termasuk Maharashtra, Tamil Nadu, dan Odisha juga telah mengumumkan perpanjangan masa penutupan wilayah.

Perpanjangan masa penutupan wilayah juga berlaku di Prancis. Presiden Emmanuel Macron mengumumkan tindakan itu untuk mengekang wabah virus korona hingga 11 Mei. Ia menambahkan, kemajuan telah tampak, tetapi perjuangan melawan covid-19 belum usai.

“Epidemi mulai melambat. Hasilnya ada. Terima kasih atas upaya Anda, setiap hari kita telah membuat kemajuan,” kata Macron dalam pidato yang disiarkan televisi. 

Warga Prancis sebelumnya telah diperintahkan untuk tinggal di rumah selama empat minggu. Mereka hanya boleh keluar rumah untuk membeli makanan, pergi bekerja, atau mencari perawatan medis.

Hingga awal pekan ini, virus korona telah menewaskan 14.967 orang di Prancis yang menjadi jumlah kematian tertinggi keempat di dunia dan jumlah kasusnya mencapai lebih dari 98.076 kasus.


Toko mulai buka

Kejadian sebaliknya terjadi di Austria yang telah melonggarkan aturan penutupan wilayah. Ribuan toko di Austria kini akan dibuka kembali untuk melayani pembeli. Kondisi di Austria relatif baik. Adapun total kematian akibat covid-19 di Austria sebanyak 368 orang, lebih sedikit jika dibandingkan dengan jumlah korban di beberapa negara Eropa lainnya.

“Kami ingin keluar dari krisis ini secepat mungkin dan berjuang agar warga tetap dapat bekerja,” kata Kanselir Austria Sebastian Kurz, kemarin.

Kurz menguraikan rencana perbaikan ekonomi dengan mulai memperbolehkan tokotoko beroperasi. Kemudian diikuti beroperasinya pusat perbelanjaan, toko-toko besar, dan pangkas rambut mulai 1 Mei. Restoran dan hotel bisa dibuka kembali secara progresif mulai pertengahan Mei.

Kendati ada pelonggaran, Kurz menyampaikan bahwa pihaknya tetap waspada terhadap pandemi. Ia memperingatkan bahwa bahaya masih ada dan meminta masyarakat untuk terus mengisolasi diri dan menjaga jarak sosial.

Sejumlah negara Eropa Barat lainnya juga mulai melonggarkan aturan lockdown. Awal pekan ini, Spanyol mengizinkan beberapa kegiatan, termasuk konstruksi dan manufaktur, untuk mulai beroperasi kembali.

Sementara itu, Denmark akan membuka kembali pusat penitipan anak dan sekolah untuk kelas satu hingga kelas lima. Di sisi lain, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) gembira atas terjadinya perlambatan laju infeksi di beberapa negara Eropa. Namun, WHO memperingatkan agar negara-negara Eropa tidak terburu-buru mencabut aturan pembatasan wilayah. (AFP/CNA/Hym/X-11)


 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya