Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Selama Ramadan, Iran Berencana tidak Gelar Salat Jamaah

Haufan Hasyim Salengke
10/4/2020 12:20
Selama Ramadan, Iran Berencana tidak Gelar Salat Jamaah
Pekerja di Iran sedang membuat masker pada 5 April 2020.(AFP)

PEMIMPIN Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan pertemuan massal, termasuk salat jamaah, mungkin tidak akan diizinkan selama bulan suci Ramadan sebagai bagian dari upaya untuk memperlambat penyebaran virus korona baru.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Kamis, Khamenei mengatakan pertemuan massal kemungkinan besar akan dilarang, dan menyarankan umat Islam menemukan cara lain untuk menyalurkan perasaan kebersamaan mereka selama bulan suci.

Baca juga:Trump: Rusia-Saudi Berpotensi Pangkas Produksi Minyak

"Dengan tidak adanya pertemuan publik di bulan Ramadan, termasuk salat, ceramah, dan sebagainya, kita tahun ini tidak akan melaksanakannya, kita harus menciptakan perasaan yang sama dalam kesendirian kita," kata pria berusia 80 tahun itu.

Iran telah menderita salah satu wabah virus terburuk di dunia, mencatat setidaknya 67.000 kasus.

Tetapi awal pekan ini, Hamid Souri, anggota gugus tugas covid-19 nasional Iran, mengatakan sekitar setengah juta orang kemungkinan telah terinfeksi.

Menurut penghitungan pemerintah, setidaknya 4.000 kematian terkait covid-19 telah dicatat.

Baca juga:150 Anggota Kerajaan Saudi Dilaporkan Positif Covid-19

Dengan Ramadan akan dimulai pada akhir bulan ini, kemungkinannya Teheran belum akan bisa mengekang covid-19 dengan cukup untuk memungkinkan kegiatan massal di bulan suci.

Alih-alih berkumpul dalam kelompok untuk beribadah, Khamenei mendesak para jemaah untuk salat di rumah mereka selama bulan suci. (MEE/Hym/A-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya