Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Suram! Setengah Miliar Orang Terancam Miskin akibat Korona

Haufan Hasyim Salengke
09/4/2020 15:37
Suram! Setengah Miliar Orang Terancam Miskin akibat Korona
Ilustrasi kemiskinan(AFP)

RODA ekonomi akibat pandemi wabah virus korona jenis baru (covid-19) terancam bergerak ke arah jurang kemiskinan global. Diperkirakan setengah miliar jiwa bakal melarat lantaran wabah yang hingga kini belum ada obat dan vaksinnya tersebut.

Peringatan suram ini datang dari studi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang biaya finansial dan manusia akibat pandemi. Menurut laporan itu, akan menjadi yang pertama kalinya kemiskinan meningkat secara global dalam 30 tahun.

Baca juga:Geliatkan Ekonomi, Indonesia Ekspor Baja ke Amerika

Temuan tersebut datang menjelang pertemuan kunci Bank Dunia, Dana Moneter Internasional (IMF), dan menteri keuangan G20 minggu depan.
Studi United Nations University ditulis oleh para ahli di King's College London dan Australian National University (ANU).

"Krisis ekonomi berpotensi menjadi lebih parah daripada krisis kesehatan," kata Christopher Hoy dari ANU.

Laporan tersebut, yang memperkirakan peningkatan 400-600 juta jumlah orang menjadi miskin di seluruh dunia, mengatakan dampak potensial dari virus tersebut merupakan tantangan nyata bagi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB untuk mengakhiri kemiskinan pada 2030.

"Temuan kami menunjukkan pentingnya perluasan dramatis jaring pengaman sosial di negara berkembang sesegera mungkin dan--lebih luas--perhatian yang lebih besar terhadap dampak Covid di negara-negara berkembang dan apa yang dapat dilakukan masyarakat internasional untuk membantu," kata Profesor Andy Sumner dari King's College London.

Baca juga:Kurs Rupiah Menguat namun masih Rawan Terkoreksi 

Pada saat pandemi ini lebih dari setengah populasi dunia yang berjumlah 7,8 miliar jiwa hidup dalam kemiskinan. Sekitar 40% dari orang miskin baru dapat terkonsentrasi di Asia Timur dan Pasifik, dengan sekitar sepertiga di Afrika Sub-Sahara dan Asia Selatan.

Awal pekan ini, lebih dari 100 organisasi global menyerukan agar pembayaran utang ditiadakan tahun ini untuk negara-negara berkembang. (BBC/Hym/A-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya