Selasa 26 November 2019, 12:15 WIB

Museum Jerman Dibobol Maling, Berlian Rp15 Triliun Raib

Willy Haryono | Internasional
Museum Jerman Dibobol Maling, Berlian Rp15 Triliun Raib

AFP/Sebastian Kahnert/dpa
Lokasi penyimpanan perhiasan di Museum Dresden, Jerman

 

SEKELOMPOK orang mencuri tiga set perhiasan berlian dari Dresden Green Vault, sebuah museum historis di Jerman yang menyimpan koleksi harta karun terbesar di Eropa.

Nilai dari tiga berlian yang dicuri diestimasi mencapai 1 miliar euro atau setara Rp15,5 triliun.

"Tiga dari 10 set berlian telah hilang," kata Kepala Museum Nasional Dresden Marion Ackermann dikutip dari BBC, Senin (25/11).

Menurut laporan beberapa media lokal, perhiasan yang dicuri juga meliputi sejumlah batu rubi, zamrud dan safir.

Sekelompok pencuri -- saat ini masih dalam pelarian -- masuk ke museum melalui jendela, memecahkan etalase kaca dan menggasak sejumlah perhiasan.

Baca juga: Assange Dikhawatirkan akan Meninggal di Penjara Inggris

Di lokasi terpisah dekat museum, pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api di sebuah panel listrik. Terdapat spekulasi api tersebut memadamkan sistem alarm Green Vault, sehingga pencuri dapat masuk dengan bebas.

Polisi telah memeriksa rekaman kamera CCTV yang memperlihatkan dua tersangka bergerak dalam cahaya minim. Namun, otoritas Dresden menduga pencurian ini dilakukan lebih dari dua orang.

Menurut keterangan polisi, sebuah mobil yang terbakar di Dresden pada Senin (25/11) pagi kemungkinan adalah kendaraan para pelaku yang digunakan untuk melarikan diri. Pencurian ini terjadi meski beberapa petugas berpatroli di malam kejadian.

Meski diestimasi memiliki nilai hingga Rp15 triliun, Ackermann menegaskan tiga set perhiasan berlian itu tidak ternilai harganya.

"Kami tidak dapat menentukan harganya karena begitu berharga. Perhiasan yang dicuri tidak dapat dijual secara legal di pasaran, karena bentuknya yang sudah begitu dikenal masyarakat luas," tutur Ackermann.

Ia menekankan nilai budaya dan historis tiga set perhiasan itu jauh lebih besar dari harga nominalnya.

Menteri wilayah Saxony Michael Kretschmer mengaku geram atas pencurian ini.

"Tidak hanya koleksi berharga yang dirampok, tapi juga masyarakat Saxony," tegas Kretschmer.

"Harta berharga di Green Vault dan Residenzschloss dikumpulkan dengan susah payah oleh masyarakat Saxony sejak berabad-abad lalu. Koleksi perhiasan tersebut adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah Saxony," ungkapnya. (Medcom/OL-2)

Baca Juga

AFP/Ahmad Gharabli

Kesenjangan Vaksinasi Covid-19 di Israel dan Palestina

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 27 Januari 2021, 19:56 WIB
Otoritas Palestina di Tepi Barat berharap dapat memvaksinasi sekitar 20% populasi dengan dosis yang disediakan di bawah skema Covax yang...
AFP/Stringer

Iran Sebut Israel Lancarkan Perang Psikologis

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 27 Januari 2021, 18:30 WIB
Negara Yahudi itu juga sering menargetkan serangan kepada kelompok militan yang didukung Iran di Libanon, Suriah, dan Jalur...
Milto Seran

Kasus Menurun, Moskow Longgarkan Pembatasan Sosial Covid-19

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 27 Januari 2021, 17:46 WIB
Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengumumkan pelonggaran ketika negara-negara Eropa berusaha memperketat perbatasan mereka terhadap...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya