Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAKU pembunuhan berantai di Tiongkok yang dikenal dengan nama Jack The Ripper dieksekusi mati pada Kamis (3/1). Jack The Ripper menemui ajalnya setelah tiga dekade lalu memulai kejahatannya hingga tercatat menghabisi nyawa 11 perempuan.
Pengadilan Kota Baiyin di Gansu telah menjatuhkan hukuman mati kepada penjahat yang memiliki nama asli Gao Chengyong itu pada Maret tahun lalu. Pengadilan Tinggi Tiongkok telah menyetujui eksekusi tersebut. Chengyong ditangkap pada 2016.
Jack The Ripper merupakan nama pembunuh yang sangat terkenal di Inggris. Sama seperti yang dilakukan Chengyong, Jack The Ripper yang asli diketahui pernah membunuh lima wanita di era Ratu Victoria. Kasusnya hingga saat ini tidak masih menyisakan misteri.
Sementara Chengyong diketahui melakukan perampokan, pemerkosaan, hingga pembunuhan hingga mutilasi terhadap 11 perempuan pada periode 1988 hingga 2002 di Gansu dan beberapa kawasan Mongolia. Chengyong disebutkan menargetkan perempuan muda. Korban paling muda berusia delapan tahun.
"Untuk memuaskan nafsunya, pelaku melakukan tindakan yang keji terhadap tubuh korban. Dia melakukan kejahatan yang sangat kejam dan itu merupakan kejahatan yang serius," kata Pengadilan Kota Baiyin.
Atas tindakannya itu, Chengyong ketika masih diburu selama bertahun-tahun oleh pihak kepolisian, sampai dihargai sekitar Rp434 juta. "Chengyong tertutup dna tidak ramah, tapi sabar," kata pihak kepolisian saat ditanya profil Jack The Ripper.
Perburuan Chengyong berakhir ketika polisi menguji DNA salah satu kerabatnya yang terlibat sebuah kejahatan. Polisi menyimpulkan ada kesamaan DNA dengan milik Chengyong yang sudah 28 tahun dicari-cari. (AFP/OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved