Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Kura-Kura Australia Hadapi Ancaman Besar Mati di Jalanan

Antara
10/11/2018 13:15
Kura-Kura Australia Hadapi Ancaman Besar Mati di Jalanan
(AFP / Ulises Ruiz)

KURA-KURA asli Australia berakhir mati di jalanan selama musim bersarang mereka pada November, sementara jumlah hewan itu merosot tajam akibat dampak ekosistem, demikian laporan media setempat pada Sabtu (10/11).

Kura-kura Murray yang berleher pendek dan berleher panjang, spesies utama yang dipandang terancam, meninggalkan perairan pada akhir tahun untuk bersarang dan seringkali menjadi korban di jalanan, demikian laporan ABC News.

"Buat kura-kura yang berleher pendek dan berleher panjang, kami telah menyaksikan kemerosotan populasi 69% sampai 91%," kata pejabat proyek tanah basah Australia Courtney Monk, sebagaimana dikutip ABC News.

Sedikitnya populasi kura-kura memperihatinkan sebab hewan tersebut memainkan peran penting dalam ekosistem dengan menjaga kebersihan tanah basah dan sungai, kata wanita pejabat itu.

Presiden kelompok pelestari margasatwa Turtles Australia Graham Stockfeld mengatakan kepada saluran berita tersebut bahwa dampak dari kematian kuran-kura di jalan besar.

"Jika kura-kura betina mati di jalan. Itu mungkin merupakan hilangnya telur selama 30 atau 40 tahun," kata Stockfeld, sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu (10/11).

Penelitian mereka mendapati bahwa pemangsa kura-kura, rubah, yang menyerbu sarang kura-kura juga menjadi ancaman besar, ia menambahkan.

"Pada dasarnya, selama dua tahun belakangan, ada hampir 7.000 peristiwa dan kebanyakan peristiwa ini, sebanyak 90%, adalah kematian di jalan atau penggalian sarang kura-kura oleh rubah," kata ahli ekologi Western Sydney University Ricky Spencer mengenai temuan dari proyek penelitian lokal mengenai terlihatnya kura-kura.

 

Baca juga: Metafora Donat untuk Konservasi Laut

 

Sulit untuk mengurangi kematian kura-kura di jalanan, tapi orang perlu dibuat lebih menyadari prilaku margasatwa, kata Courtney Monk.

"Saya kira orang tidak banyak tahu mengenai kura-kura. Jika anda melihat kanguru di jalan, anda tahu kapan memperlambat kendaraan, tapi jika anda melihat kura-kura di pinggir jalan, anda mungkin tidak menyadari bahwa hewan itu mungkin akan menyeberangi jalan," kata wanita ilmuwan tersebut.

Tanda lalu-lintas juga dapat dipasang untuk memperingatkan pengendara mengenai kura-kura di daerah beresiko tinggi selama musim bersarang hewan itu, tambah Monk.

"Kita benar-benar mendekati tempat di sebagian daerah seperti South Australia kita menyaksikan kepunahan lokal, dan kita perlu dengan cepat berbuat sesuatu mengenai itu," kata Ricky Spencer. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya