Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Lantunan Merdu Hafiz Cilik Indonesia Buai Rusia

Panca Syurkani
24/10/2018 10:30
Lantunan Merdu Hafiz Cilik Indonesia Buai Rusia
(Panca Syurkani)

ENAM ribuan pasang telinga khusyuk mendengarkan lantunan merdu ayat-ayat suci Al-Quran yang menggema di konser hall Crocus City, Moskow, Minggu (21/10).

Puisi, tari, musik dan drama menjadi narasi, mengantarkan suara-suara emas para qari (pembaca alquran) yang berasal dari sejumlah negara, seperti Imam Sheikh Hassan Bukhari dan Pangeran Amir al-Mohalhal dari Arab Saudi, Abdul-Kabir Haidari dari Afganistan, dan Al-Awsagi Abdulhakim dari Yaman.

Hampir di penghujung acara, perhatian penonton tertuju pada dua bocah kecil bersetelan jas cokelat, berjalan dengan langkah kecil ke tengah panggung bersama seorang pria. Setelah berbagi tempat duduk dan mengucapkan salam, kedua bocah itu pun mulai menggetarkan pita suara, menciptakan untaian merdu membuai telinga. Bersahut-sahutan, keduanya melantunkan hafalan empat puluh ayat dari surat Ar-Rahman.

Merekalah dua penghafal (hafiz) Al-Quran cilik Indonesia Muhammad Ghozali Akbar (Ahmad),10, dan Kamil Ramadhan, 11, yang diundang khusus Dewan Mufti Rusia untuk memeriahkan perhelatan Festival Al-Quran, yang merupakan puncak Musabaqah Hifzil Qur'an (MHQ) Internasional Moskow ke-19.

“Kami datang dari Indonesia ke Moskow, Rusia, ingin memberikan hal yang berharga, berupa cinta kasih kami dan lantunan ayat-ayat suci Al-Quran,” kata Ike Muttaqin, Pengasuh Pondok Pesantren De Muttaqin saat mendampingi keduanya di atas panggung.

Baca juga: DPD RI Berkunjung ke Dewan Federal Rusia

Selain kagum atas kepiawaian mereka melantunkan ayat suci, tidak sedikit hadirin yang terharu dan tidak kuasa membendung air mata saat menyaksikan video singkat yang menampilkan latar belakang kehidupan kedua santri De Muttaqin itu.

Keduanya adalah anak yatim dan sama-sama mulai belajar membaca Al-Quran sejak usia delapan tahun. Ahmad berhasil menghafal 30 juz Al-Quran dalam waktu 8,5 bulan. Sedangkan Kamil yang sempat menjadi pengemis, berhasil menghafal dalam waktu 6,5 bulan.

Dua bocah asal Yogyakarta ini tidak hanya pandai menghafal Al-Quran, tetapi juga hafal nomor surat, nomor ayat, halaman, bahkan urutan baris yang dibacanya.

Pada lomba Hafiz Indonesia 2017, Ahmad menyabet juara pertama dan Kamil juara ketiga. Sedangkan pada lomba Hafiz Internasional 2018 di Jeddah, Ahmad memperoleh peringkat ketiga dan Kamil di posisi keenam.

Seusai acara, kedua bocah yang tidak terlalu senang diajak berfoto itu pun dikerubuti penonton untuk menyampaikan kekaguman mereka, berfoto bersama, memberikan sedekah, bahkan menawarkan membelikan pakaian.

Ike mengatakan, semoga Ahmad dan Kamil dapat menginspirasi dan memotivasi masyarakat banyak untuk lebih mencintai Al-Quran.

“Dengan penampilan Ahmad dan Kamil di Rusia ini, mudah-mudahan bisa memberikan inspirasi dan motivasi kepada masyarakat banyak untuk lebih mencintai Al-Quran dengan banyak membaca, menghafal dan mengamalkanya," ujar Ike.

Ia berharap hal itu dapat menjadi sarana dalam terwujudnya Islam yang membawa rahmat dan kesejahteraan di Rusia.

Musabaqah Hifzil Qur'an (MHQ) Internasional Moskow diselenggarakan Dewan Mufti Rusia dan berlangsung pada 18-19 Oktober 2018 di Masjid Katedral Moskow.

Lomba membaca hapalan Al-Quran ini diikuti 33 peserta dari 33 negara, di antaranya Indonesia, Rusia, Bosnia Herzegovina, Serbia, Turki, Mesir, Yordania, Irak, Iran, Qatar, Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, Palestina, Suriah, Tunisia, Yaman, Tanzania, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Uzbekistan, Brunei Darussalam, dan Malaysia.

Mantan Menteri Agama Republik Indonesia (RI) periode 2001-2004 Said Aqil Husin Al Munawar menjadi satu dari lima juri yang dipimpin Direktur Jenderal Pusat Bacaan Quran di Departemen Studi Islam Kementerian Urusan Islam dan Wakaf Kuwait Syeikh Abdulaziz Al-Anzi.

Al-Awsagi Abdulhakim dari Yaman berhasil meraih juara pertama, disusul Muhammad Abdulkadir dari Tunisia di peringkat kedua dan Waleed Al Marzouqi dari Uni Emirat Arab di posisi ketiga.

Meski belum berhasil menjadi yang terbaik, keikutsertaan wakil Indonesia melalui Kementerian Agama RI Muhamad Adbul Faqih turut menyemarakan lomba dan mempererat persaudaraan antara sesama muslim.

Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus M Wahid Supriyadi yang hadir pada acara Festival Al Quran menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada perwakilan Indonesia, baik peserta, dua hafiz cilik, para pendamping, maupun perwakilan juri.

Menurut Wahid, keikutsertaan ini tak hanya turut mempererat hubungan antara bangsa Indonesia dengan Rusia, tetapi juga antara sesama masyarakat muslim di dunia.

“Untuk pertama kalinya, panitia mengundang dua hafiz cilik dari Indonesia. Hal ini merupakan pengakuan luar biasa kepada Indonesia,” jelas Wahid.

Rusia adalah negara berpenduduk muslim terbesar di Eropa yang jumlah pemeluknya mencapai 25 juta orang atau 17% dari 144,5 juta orang jumlah penduduk keseluruhan.

Islam merupakan agama yang berkembang di bekas negara bekas Uni Soviet yang saat ini terdapat lebih dari tujuh ribu masjid. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya