Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN AS Donald Trump menyebutkan kemungkinan Menteri Pertahanan Jim Mattis akan mundur. Saat ditanya alasannya, Trump hanya menjawab Mattis sebagai orang yang "terlalu Demokrat".
Dalam sebuah wawancara untuk ditayangkan Minggu di CBS '60 Minutes', Trump ditanya apakah ia ingin Mattis pergi.
"Bisa jadi itu dia. Saya pikir dia semacam Demokrat, jika Anda ingin tahu yang sebenarnya," kata Trump dalam sebuah wawancara yang ditayangkan CBS '60 Minutes', Minggu (14/10).
"Tapi Jenderal Mattis orang baik. Kami bergaul dengan sangat baik. Dia mungkin pergi. Maksudku, pada titik tertentu, semua orang akan pergi," sambungnya.
Dua hari sebelumnya, lanjut Trump, ia melangsungkan makan siang dengan Mattis dan tidak ada pembiacaraan tentang pengunduran diri tersebut.
Dalam buku karangan wartawan Bob Woodward tentang kekacauan di Gedung Putih, pensiunan jenderal bintang empat Angkatan Laut itu mempertanyakan keputusan Trump, dan menyamakan pemahamannya dengan seorang anak berusia 10 atau 11 tahun.
"Tentu saja, saya tidak berpikir untuk pergi. Aku suka disini," kata Mattis kepada reporter Pentagon bulan lalu.
Komentar Trump terkait Mattis keluar saat dia berencana merombak kabinetnya. Pekan lalu, duta besar AS untuk PBB, Nikki Haley, mengumumkan pengunduran diri yang efektif berlaku pada akhir tahun.
Dia tidak memberikan, tetapi para pengamat mencatat kenaikan John Bolton sebagai penasihat keamanan nasional dan Mike Pompeo sebagai Menlu telah menggeser dinamika kekuasaan di tim keamanan nasional Trump.
Para jenderal yang pernah mendominasi kebijakan keamanan kian terlihat berada di luar 'lingkaran' Trump.
Letnan Jenderal HR McMaster digantikan oleh Bolton pada April. Sementara John Kelly, kepala staf Gedung Putih yang juga seorang pensiunan jenderal bintang empat, dilaporkan telah kehilangan pengaruhnya pada Presiden Trump.
Mattis telah berhati-hati menghindari konflik publik dengan Trump. Tetapi dia tetap melakukan segalanya dengan cara-cara yang sangat kontras dengan bosnya. Dia bahkan dengan tegas membela komitmen AS terhadap sekutu NATO dan menyeru Rusia.
Awal bulan ini, ketika NATO mengumumkan latihan militer terbesarnya sejak Perang Dingin, Mattis meyakinkan sekutunya akan komitmen Amerika terhadap aliansi 69 tahun itu.
AS, katanya kepada wartawan di Paris, sangat sadar akan bahaya yang dekat dengan rumah Anda.
Sementara Bolton dan Pompeo juga telah memilih garis keras terhadap Rusia, Trump sering menyatakan ingin menjalin hubungan yang lebih baik dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Dia menggunakan KTT NATO pada Juli untuk mengutuk sekutu yang nakal dikaitkan dengan pembelanjaan pertahanan.
Dalam wawancara '60 Minutes', Trump menyinggung perubahan yang akan terjadi di kabinetnya.
"Saya mengubah hal-hal di sekitar. Dan saya berhak. Saya memiliki orang-orang yang sekarang siaga, yang akan menjadi fenomenal. Mereka akan masuk ke pemerintahan, mereka akan sangat fenomenal," tutur presiden berusia 72 tahun itu.
"Saya pikir kami memiliki kabinet yang hebat. Ada beberapa orang yang tidak saya suka. Saya kenal beberapa orang yang tidak saya sukai. Dan saya mengenal orang lain yang sangat saya sukai," pungkasnya.(AFP/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved