Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Untuk Bayar 1MDB, Tiga Miliar Ringgit Dicuri dari Proyek Tun Razak X-change

Irene Harty
21/6/2018 20:47
Untuk Bayar 1MDB, Tiga Miliar Ringgit Dicuri dari Proyek Tun Razak X-change
(AFP)

LEBIH dari tiga miliar Ringgit Malaysia (RM) dana pemerintah dari proyek Tun Razak Exchange (TRX) disalahgunakan untuk melunasi utang 1Malaysia Development Berhad (1MDB), menurut Menteri Keuangan Malaysia Lim Guan Eng.

Dia mengatakan sejak 2012, Pemerintah Federal telah menjamin pinjaman, memperpanjang uang muka, dan memberikan transfer ke serta membeli tanah dari TRX City Sdn Bhd (TXRC) sebesar RM3,688 miliar.

"Dari jumlah transfer ini, total RM3,067 juta telah disalahgunakan oleh 1MDB, terutama untuk pembayaran pinjaman 1MDB," kata Lim pada Kamis (20/6).

Karena penyelewengan dana ini, uajr Lim, TRXC tidak memiliki cukup uang untuk memenuhi kewajibannya sebagai Pengembang Utama untuk TRX. Injeksi RM2,8 miliar tambahan, di atas RM3,7 miliar ditransfer lebih awal ke TRXC, akan membuat total dana oleh pemerintah menjadi RM6,5 miliar.

Lim juga menginstruksikan manajemen TRXC, termasuk Chief Executive Officer Datuk Haji Azmar Talib dan Direktur Eksekutif Tan Hwa Min yang hadir pada konferensi pers untuk mengajukan laporan dengan panel investigasi 1MDB dan polisi atas penemuan tersebut.

"Kementerian Keuangan akan memastikan suntikan dana dihabiskan dengan hati-hati untuk melindungi kepentingan para pembayar pajak Malaysia, para investor asing, dan lokal yang ada di TRXC," tambahnya.

TRXC saat ini adalah anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh Kementerian Keuangan. Perusahaan itu sebelumnya dikenal sebagai 1MDB Real Estate Sdn Bhd, sebelumnya anak perusahaan dari 1MDB.

TRXC dipindahkan ke Kementerian Keuangan pada 31 Maret 2017 seperti yang disarankan oleh Komite Akun Publik Parlemen.

Menurut Lim, itu karena TRXC tidak dapat mengamankan penjualan tanah atau pembiayaan bank yang berkaitan dengan 1MDB. (thestar.com.my/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya